by

Minim Modal Bukan Penghalang Rintis Usaha

Bisnis Tumpeng Pangkep Kian Variatif Meski minim modal, Ishlah Astuty sukses bangun bisnis tumpeng. Peminatnya banyak dari kalangan pejabat.

Sakinah Fitrianti, Pangkep

MENGAWALI bisnis bukanlah perkara mudah. Selain butuh keterampilan, juga harus memiliki modal yang harus dipersiapkan. Namun Ishlah Astuty, membuktikan bisa sukses berbisnis katering dengan modal minim. Ia pendiri dan pemiliki dari jasa layanan nasi tumpeng bernama Tumpeng Pangkep.

Di tangan Ishlah, nasi tumpeng disulap menjadi menarik. Hadir dalam berbagai varian, warna, dan bentuk. Varian tumpeng bisa ditentukan sendiri oleh pemesan. Namun rasa jadi prioritas utama serta sesuai selera konsumen. Tidak perlu modal banyak, malah bisa dikatakan bahannya hampir tersedia di dapur. Apalagi peralatan masak juga memadai. Tinggal memanfaatkan peralatan di rumah orang tua.

Itu yang membuat semangatnya semakin besar memulai usaha dengan modal kecil. “Modalnya kecil, tapi omzetnya lumayan menggiurkan,” ujar Ishlah, saat ditemui di kediamannya di Jalan Matahari Kabupaten Pangkep.

Dari sisi pemasaran juga gratis, karena menggunakan media sosial. Begitu ada pesanan, langsung dibuatkan. Bisnis kuliner yang digelutinya itu sudah semakin maju dan kian variatif produksinya. Bahkan pesanan disesuaikan dengan orderan konsumen.

“Kita buat sesuai keinginan pemesan, bentuk nasinya seperti apa, lauk pauk yang disukai juga harus disesuaikan,” katanya. Itu yang membuat tumpeng buatannya diminati berbagai kalangan. Mulai dari ibu rumah tangga, pejabat, mahasiswa, komunitas sosial, hingga instansi yang mengadakan syukuran. Bahkan alumni Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar ini sering melayani pesanan dari Kota Makassar.

Ishlah juga berinovasi dalam penyajian nasi tumpeng. Tidak semuanya berukuran besar. Dia juga menawarkan nasi tumpeng mini dalam jumlah yang banyak. Kini ia sudah merambah pesanan untuk prasmanan menu-menu yang diinginkan oleh konsumennya. Seperti rendang, paru goreng, kari ayam dan aneka jenis makanan lainnya.

“Banyak pesanan dalam bentuk nasi tumpeng mini. Sering juga nasi kotak,” sebutnya.

Ibu tiga anak ini bermimpi punya usaha katering dan rumah makan. Banyaknya orderan yang masuk, membuat Ishlah sudah kewalahan, apalagi sering juga ia yang mengantar langsung pesanan nasi tumpeng ke alamat konsumen.

News Feed