by

Bersama Gubernur Jabar, Bupati Wajo Bahas Upaya Optimalkan Eksploitasi Migas

Dia pun berharap, melalui pertemuan ini ada langkah strategis yang bisa diambil. Bukan semata-mata untuk Wajo, melainkan kepada daerah yang juga punya potensi migas.

“Kami sangat bersemangat hadir di sini walaupun dalam kondisi pandemi. Dengan harapan atau tujuan bagaimana ini menjadi kekuatan besar, kita berkolaborasi dengan semua potensi yang ada. Apalagi BUMD ADPMET, dengan berbagai advisory-nya sehingga pertemuan ini akan ada tindak lanjut dan lebih riil lagi. Kita bisa berkomunikasi langsung, khususnya para pengambil kebijakan,” bebernya.

Terlebih, lanjut Amran Mahmud, pada Oktober 2022 mendatang sudah perpanjangan kontrak terkait eksplorasi migas di Wajo. “Kami berharap supaya tahun ini sudah rampung semua dokumen dan persyaratan. Kami sangat berharap sangat terbantu melalui ADPMET ini,” tuturnya.

Sekadar informasi, dalam pengelolaan migas, pemerintah melibatkan peran serta daerah dan nasional, sebagaimana diatur Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 37 Tahun 2016 tentang Ketentuan Penawaran PI 10 Persen pada Wilayah Kerja Minyak dan Gas Bumi.

PI 10 persen adalah besaran maksimal 10 persen pada kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) yang wajib ditawarkan oleh kontraktor pada BUMD atau BUMN.

Keterlibatan daerah dalam pengelolaan WK migas melalui PI 10 persen memberikan banyak manfaat. Antara lain, memberikan keuntungan atau profit bagi BUMD yang akan menambah pendapatan daerah. Selain itu, memberikan pengetahuan, pengalaman BUMD dalam pengelolaan blok migas sebagai kontraktor. (ram)

News Feed