by

Sebagian Besar Napi Lapas Sengkang dari Kasus Narkoba

Pengukuhan pengurus Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Wajo nonvertikal

KORAN.FAJAR.ID, WAJO— Kasus penyalahgunaan narkoba di Wajo tergolong besar. Hal tersebut bisa dilihat dari data jumlah narapidana di Lapas Sengkang di mana sebagian besarnya adalah napi kasus narkoba. Dari 384 warga binaan, 240 di antaranya terpidana kasus narkoba.

Masalah ini pun menjadi perhatian serius Bupati Wajo, Amran Mahmud, dan disampaikannya pada pengukuhan pengurus Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Wajo nonvertikal, Rabu (30/6/2021). 

“Harapan kami dengan hadirnya Badan Narkotika Kabupaten di daerah ini, upaya kita dalam penanganan penyalahgunaan narkotika lebih terkoordinasi. Dengan terlibatnya seluruh stakeholder dan pemangku kepentingan dalam wadah Badan Narkotika Kabupaten,” tutur Amran Mahmud.

Pemkab Wajo sendiri telah menyusun Peraturan Daerah (Perda) tentang Penanganan Penyalahgunaan Narkotika.  Perda ini nantinya menjadi payung hukum untuk menyatukan langkah seluruh stakeholder dalam penanganan penyalahgunaan narkotika.

“Kita harus selamatkan daerah dan generasi kita dari bahaya narkoba,” tegas Amran Mahmud.

Sementara, Kepala Badan Narkotika Nasional Propinsi (BNNP) Sulawesi Selatan (Sulsel), Brigjen Pol Ghiri Prawijaya, mengapresiasi pembentukan BNK Wajo.  Ia menyebut, BNK Wajo adalah yang ketiga terbentuk di Sulsel setelah Sidrap dan Toraja.

“Dengan terbentuknya BNK di Kabupaten Wajo ini dapat segera menyusun langkah strategis agar penanganan penyalahgunaan narkotika di daerah ini dapat lebih terkoordinasi,” kata jenderal bintang satu ini. (rls/aha)

News Feed