oleh

Proposal Unhas Lolos Program Kredensial Mikro Mahasiswa Indonesia

FAJARKORAN.CO.ID, MAKASSAR  — Sebagai bentuk komitmen mendukung program Merdeka Belajar, Universitas Hasanuddin mendapat kepercayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI) sebagai salah satu perguruan tinggi yang lolos pada program Kredensial Mikro Mahasiswa Indonesia (KMMI) tahun 2021.

Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud RI melalui Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan menghadirkan program KMMI dalam bentuk kursus singkat/short course yang mencakup hard skills dan soft skills. Pelaksanaan KMMI terdiri dari Teori, Praktik atau Penugasan Mandiri minimal 3 SKS mata kuliah.

Melalui wawancara, Rabu (30/6), Kepala Sub Bagian Pengembangan Pendidikan Unhas, Makkarennu, S.Hut., M.Si., Ph.D., mejelaskan dalam menentukan course pada program KMMI, perguruan tinggi harus melibatkan Industri. Dalam hal ini, Unhas menjalin kerja sama dengan PT. Semen Tonasa, PT. Japfa Comfed Indonesia, dan Gojek.

“Kita telah mengikuti seleksi tahap I berupa administrasi dan proposal, serta seleksi Tahap II yaitu wawancara kepada perguruan tinggi calon pelaksana program KMM. Unhas mengirimkan proposal yang berfokus pada pelatihan kewirausahaan milenial berbasis sumber daya alam dengan etos maritim,” jelas Makkarennu.

Peserta yang mengikuti program KMMI adalah mahasiswa Unhas dan melibatkan 10% mahasiwa dari luar Unhas. Tujuannya untuk meningkatkan keterampilan dan mengembangkan ide dalam peluang usaha.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Rektor Bidang Akademik Unhas Prof. Dr. Ir. Muhammad Restu, MP menambahkan kewirausahaan dipilih sebagai tema pelatihan, mengingat secara umum setiap program studi Unhas memiliki mata kuliah kewirausahaan. Pelatihan tersebut dapat dikonversi dalam nilai SKS mata kuliah dengan capaian pembelajaran, salah satunya adalah bisnis digital.

“Unhas mengikuti program KMMI sebagai upaya mendorong Merdeka Belajar. Kita berharap mahasiswa yang mengikuti program akan memiliki bekal pengetahuan dan pemahaman terkait rencana usaha, sehingga kedepannya mereka mampu merintis usaha,” kata Prof. Restu.

Prof. Restu menuturkan bahwa meskipun kedepannya program ini telah selesai,  tetapi akan dilakukan pendampingan sebagai tindak lanjut guna mengetahui sejauh mana manfaat dan penerapan keilmuan yang diberikan.

News Feed