by

Masjid An-Nuri UNESCO Mosul, Saksi Bisu Kebiadaban ISIS

FAJARKORAN.CO.ID, MOSUL  — Melalui prakarsa Liga Arab, Kementerian Pariwisata dan Kebudayaan Irak menerima bantuan 50 juta USD untuk merekonstruksi situs bersejarah yang hancur akibat serangan ISIS yang berlangsung dari tahun 2014 hingga 2017 di kota Mosul Irak.

Menara Masjid An-Nuri Mosul Irak, sebelum terjadi serangan ISIS

Mengungkap sejarah singkat kehancuran Masjid An-Nuri, termasuk makam Nabi Yunus a.s, yang berada di samping masjid tersebut, Direktur Kajian Timur Tengah, Amirullah Kandu, yang dihubungi, Minggu (4/7/2021), membeberkan dampak dari kebiadaban ISIS ini.

“Salah satu situs bersejarah yang akan direkonstruksi adalah Masjid An-Nuri yang merupakan warisan budaya dunia dan telah tercatat di UNESCO, termasuk makam Nabi Yunus a.s yang berada di samping masjid tersebut. Menara masjid ini hancur, pun sebagian besar dari bangunannya,” ungkap Amirullah Kandu.

Menurutnya, Masjid An-Nuri dibangun pada tahun 566 Hijriah, oleh Nuruddin keponakan dari Saifuddin Ghazi II bin Maudud, penguasa Mosul yang memerintah Mosul dari tahun 565 hingga tahun 576 H (1170-1180 M). Mosul adalah ibukota Provinsi Ninewe, dan merupakan kota terbesar kedua di Irak setelah Baghdad, dan berbatasan dengan Suriah.

Setelah pembangunan masjid selesai, Nuruddin memerintahkan untuk membangun sekolah di sekitar masjid, dan kemudian sekolah tersebut populer dengan nama sekolah An-Nuri.

Ibnu Katsir —seorang ulama ahli tafsir—, menyebut bahwa guru pertama yang mengajar di sekolah tersebut adalah Abu Bakar Al-Barqani, murid dari Muhammad bin Yahya, murid dari Imam Al-Ghazali.

Kota Mosul sendiri adalah salah satu kota peradaban tua di Irak. Kota ini pernah hancur oleh ekspansi Bangsa Mongol, dan Masjid An-Nuri pun mengalami kerusakan. Pada abad ke 13 H, Muhammad bin Al-Malah Al-Malah, seorang ulama dari tarekat Al-Qadiri melakukan renovasi terhadap Masjid An-Nuri.

Kerusakan paling parah dialami Masjid An-Nuri akibat pertempuran di Mosul yang terjadi antara Pasukan Pemerintah Irak dan ISIS dalam kurun waktu 2016-2017 yang mengakibatkan robohnya menara masjid tersebut, tepatnya pada tanggal 21 Juni 2017. ISIS menuduh Pasukan Koalisi Internasional yang melakukan pengrusakan atas menara bersejarah An-Nuri, sementara Pemerintah Irak menyebut bahwa ISIS-lah yang meledakkan menara tersebut.

News Feed