by

Pailit PT Ta Disangka Tidak Ada Kolerasinya dengan Yasir Mahmud

FAJARKORAN.CO.ID, MAKASSAR  — Polemik soal status PT Ta Disangka yang pailit di tangan Direktur Utama Perseroda Sulsel, Yasir Mahmud (YM), ditepis tim hukumnya.

Dalam siaran persnya, Senin (5/7/2021), Tim Hukum Yasir Mahmud, Muhammad Nursalam, SH, menjelaskan, PT. Ta Disangka merupakan perusahaan yang bergerak di bidang hasil pertanian dan jasa. Yasir Mahmud memimpin perusahaan sejak tahun 2007 hingga 2014.

“Periode berjalan, Yasir Mahmud menjadikan perusahaan berkembang pesat dan memiliki beberapa unit usaha yang menjanjikan. Bahkan kepercayaan pemodal dan perbankan akhirnya ikut menawarkan kerja sama,” sebut Nursalam.

Tahun 2013-2014 merupakan masa transisi, dimana Yasir Mahmud mulai melirik dunia politik dan menjadi caleg DPR-RI. Karena kesibukan dan aturan kerja sama yang mengikat dengan pemodal berkaitan keterlibatan dengan partai politik sehingga Yasir Mahmud menjual keseluruhan saham.

“Yasir Mahmud menjual keseluruhan saham perusahaan kepada Burhanuddin dan Gunawan, masing-masing sebagai Direktur Utama dan Komisaris. Ada dokumen resmi akta notaris Wahyu Indriawati, SH, M.Kn, Notaris dan PPAT. Akta pernyataan keputusan rapat tanggal 31 Januari 2014,” ungkap Nursalam.

Makanya, Nursalam menegaskan, isu pailitnya PT Ta Disangka  sudah tidak berkorelasi dan tidak relevan lagi dipersoalkan sebagai syarat pengangkatan Yasir Mahmud sebagai Dirut Perseroda.

“Boleh cek di pemberitaan media maupun KPU, sekaitan proses pencalegan Yasir Mahmud. Itu berjalan dengan mulus. Jadi sekali lagi kami mengklarifikasi terkait pailitinya perusahaan itu,” terang Nursalam.

Di tempat yang sama, tim hukum lainnya, Adhi Bintang menjelaskan, sejak tahun 2015-2016  perusahaan di bawah kendali Burhanuddin berjalan tanpa ada lagi kaitannya dengan Yasir Mahmud. Telah terjadi jual putus melalui jual beli saham.

Agunan berupa asset dalam bentuk tanah dan gedung masih tetap atas nama Yasir Mahmud, mengingat besarnya biaya yang muncul saat itu, sehingga tidak dilakukan perubahan status balik nama.

“Asset atas nama Yasir Mahmud tidak dilakukan perubahan sertifikat karena jual-beli saham perusahaan sah secara akad menggunakan asset tersebut,” jelas Adhi Bintang.

News Feed