oleh

AKOM Bantaeng Launching Program Pendidikan Vokasi Setara D1

KORAN.FAJAR.CO.ID, BANTAENG – Akademi Komunitas Industri Manufaktur Bantaeng meluncurkan Program Pendidikan Vokasi setara D1 AK-Manufaktur Bantaeng tahun akademik 2021/2022, di Aula Pertemuan Gedung AKOM, Rabu (7/7). Program Pendidikan Vokasi setara D1 AK-Manufaktur terdiri dari 3 program studi dengan total mahasiswa 72 orang, antara lain program studi Mekanik yang bekerjasama dengan PT. Huady Nickel Alloy Indonesia, Program studi Alat Berat bekerjasama dengan PT. Huady Nickel Alloy Indonesia, serta program studi Kewirausahaan Smart kerjasama dengan Pemkab Bantaeng.

Bupati Bantaeng, H. Ilham Azikin dalam sambutannya mengatakan bahwa program ini diyakini sebagai sesuatu yang harus dimanfaatkan dalam program yang bersinergi antara pemerintah dan AKOM dalam hal penciptaan SDM yang lebih baik di Kab. Bantaeng. “Kehadiran program ini selain untuk pemenuhan kebutuhan tenaga terampil, gentu akan memberi banyak kontribusi nyata bagi pengembangan SDM di Kab. Bantaeng, dan menghadirkan SDM yang lebih berkualitas”, ujar Bupati.

Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan SDM Industri Kementerian Perindustrian RI, Arus Gunawan yang hadir secara virtual, sesaat sebelum melaunching Program Pendidikan Vokasi setara D1, mengatakan bahwa untuk Tahun 2021 ini terhitung sebanyak 889 siswa terlibat dalam program tersebut, dan salah satunya dilaksanakan oleh AKOM Bantaeng. “Ini menjadi salah satu upaya nyata Kementerian Perindustrian dalam mengatasi permasalahan SDM di negeri ini. Saya harap para mahasiswa dapat belajar dengan baik dan rajin untuk memanfaatkan program ini dengan sebaik-baiknya”, kata Arus.

Pada kesempatan itu, dilakukan pula penyerahan cenderamata dari AKOM Bantaeng kepada Bupati Bantaeng dan PT. Huady Nickel Alloy Indonesia. Turut hadir antara lain Direktur Akademi Komunitas Bantaeng, Zainal Abidin, Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan, Muh. Tafsir, Pimpinan PT. Huady Nickel Alloy Indonesia yang diwakili oleh Rita Latippa, serta Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri (PPPVI) Kementerian Perindustrian RI, Iken Retnowulan. (rls/aha)

News Feed