by

Pangkalan Militer AS di Erbil dan Ain Al-Asad di Anbar Irak kembali Diserang

FAJAR.KORAN.CO.ID, BAGHDAD  — Pangkalan militer pasukan koalisi internasional Ain Al-Asad pimpinan AS di Provinsi Anbar wilayah barat Irak mendapat serangan 14 rudal dan mengakibatkan 3 personel tentara koalisi mengalami luka-luka, Rabu (7/7) sekira pukul 12:30 waktu setempat.

Kerusakan akibat serangan balasan pasukan koalisi mengenai permukiman warga sipil

Direktur Kajian Timur Tengah, Amirullah Kandu, melaporkan kejadian ini dikonfirmasi oleh sumber dari pasukan koalisi internasional sebagaimana dilansir media lokal.

Menurutnya, sumber tersebut juga menyebutkan, rudal-rudal itu jatuh di tengah pangkalan militer meski pasukan koalisi pimpinan AS telah mengaktifkan sistem pertahanan udara C-RAM. Lokasi peluncuran rudal diperkirakan berasal dari daerah Al-Baghdadi Distrik Hait sebelah barat Provinsi Anbar.

Serangan ini merupakan serangan susulan setelah malam sebelumnya Kedubes AS di Baghdad juga diserang dengan 3 pesawat drone, lalu pangkalan militer AS yang berada di kawasan Bandara Internasional Erbil juga mendapat serangan sekira pukul 11:35 malam tanggal 6 Juli 2021

Pasukan koalisi internasional pimpinan AS yang berada di pangkalan militer Ain Al-Asad lantas melancarkan serangan balik ke wilayah Al-Baghdadi namun rudal yang ditembakkan melenceng dan justru mengenai permukiman penduduk.

Tokoh masyarakat setempat menyebut serangan pasukan koalisi menyebabkan beberapa rumah penduduk dan satu masjid hancur, serta 5 warga sipil mengalami luka-luka.

Pasukan keamanan Irak beserta pasukan koalisi internasional saat ini masih menutup total jalur masuk ke wilayah Al-Baghdadi untuk mempermudah pencarian pelaku serangan rudal pangkalan militer pasukan koalisi.

Juru bicara resmi pasukan keamanan Irak, Liwa Yahya Rasul menyatakan, musuh-musuh Irak kembali mengancam keamanan dan kehormatan negara, serta keselamatan penduduk melalui aksi-aksi terorisme baru, dengan menyerang Bandara Internasional Erbil dan pangkalan militer Ain Al-Asad yang berada di bawah naungan Kementerian Pertahanan Irak.

Selain itu, penyerangan terhadap Kedutaan Asing yang berada di bawah lindungan negara merupakan pelanggaran terhadap perundang-undangan sekaligus  bentuk pembangkangan terhadap kedaulatan negara.

Rasul menegaskan, Pemerintah Irak akan mengejar siapapun pelaku yang melanggar hukum, dan negara akan memperketat keamanan menjelang pemilu Oktober mendatang.

News Feed