by

Tim Jelajah Wisata MG Invasion 2021 Sulselbar dengan Mudah Tiba di Negeri Atas Awan

-Bisnis, Event-226 views

FAJAR.KORAN.CO.ID, BULUKUMBA  — Mencapai puncak Pegunungan Donggia tidak mudah. Jalanan sempit, licin, juga berbatu cadas.

Rintangan ini berhasil dilalui tim Jelajah Wisata Infrastruktur dan MG Invasion 2021 Sulsel-Sulbar, menggunakan Mobil MG HS i-Smart dan MG ZS excite, Kamis, 15 Juli sore.

Selama perjalanan Admin dan Sales Sosial Media MG Pettarani Makassar, Aenul Yaqin yang mengendarai mobil MG HS i-Smart menancap gas tanpa ragu. Demikian Branch Manager MG Pettarani Makassar, Adhiet Wiratama yang mengendarai MG HS i-Smart.

Tetapi, setelah berada di Gerbang Desa Kahayya, Kecamatan Kindang, Ayi meningkatkan konsentrasinya. Di hadapannya, jalanan menanjak, juga berbatu cadas. “Bismillah,” tutur Ayi sapaan Aenul Yaqin sambil menginjak pedal gas mobilnya.

Branch Manager MG Pettarani Makassar Adhiet Wiratama yang mengendarai MG HS i-Smart, memilih memeriksa kondisi mobilnya melalui gawai terlebih dahulu. Semuanya dalam kondisi normal. Tetapi dalam kondisi tanjakan dan jalanan berbatu, tekanan ban baiknya dikurang. Ia memilik tekanan ban 28.

Panjang jalanan yang rusak sekitar 500 meter, berhasil dilalui dalam jangka waktu sekira lima menit saja. Hingga tiba di puncak Donggia, Desa Kahayya, Negeri di Atas Awan Kabupaten Bulukumba. Pemandangan indah membayar semua perjuangan.

Di sepanjang jalan pohon kopi dapat dilihat. Sudah banyak buah yang matang. Tetapi pohon cengkih dan pohon tembakau di sebelahnya membuat pandangan terhalang. Makanya, pohon kopi tak begitu tampak. Tetapi di sinilah kopi Kahayya berasal.

“Di sinilah pohon kopi Kahayya. Saya sendiri tak punya banyak. Tidak cukup satu ton jika panen. Selain kopi, di sini juga tempatnya membuat tembakau,” kata Muhlis salah seorang warga desa Kahayya kepada FAJAR.

General Manager (GM) Operational Morris Garages (MG) Makassar, Sudarmaji Madani mengaku sangat terpukau dengan kekayaan yang dimiliki Donggia. Tak sekadar sawah tumbuh subur, cengkih dan kopinya melimpah. “Sisa bagaimana mengolah potensi ini dengan baik,” ujarnya.

Apalagi, kopi Kahayya memiliki cita rasa yang sangat khas. Asam dan manisnya sangat terasa di lidah dan tenggorokan. Nikmat sekali. “Dan sayang sekali, karena kopi Kahayya tidak diolah di sini. Justru dikirim ke daerah lain untuk diolah,” ungkapnya. (ans/mukhlis/fajar)

News Feed