by

PLN Menyalurkan Bantuan Rp983 Juta di Pulau Sulawesi

-Sulsel, UMKM-246 views

FAJAR.KORAN.CO.ID, MAKASSAR  — PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi melalui program PLN Peduli menyalurkan Rp938 Juta untuk program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) di enam Provinsi Pulau Sulawesi. 42 persen di antaranya masuk ke dalam program Bantuan Sosial dan Pengentasan Kemiskinan.

Selain Bantuan Sosial dan Pengentasan Kemiskinan PLN UIP Sulawesi masih memiliki empat program untuk penyaluran TJSL, yaitu Bantuan Pelestarian Alam/Peduli Lingkungan, Bantuan Sosial dan Pengentasan Kemiskinan, Bantuan Pendidikan/Pelatihan, Bantuan Pengembangan Fasilitas Umum/Fasilitas Sosial, dan Bantuan Sarana Ibadah & Kegiatan Keagamaan.

“Penyaluran program Bantuan Sosial dan Pengentasan Kemiskinan, di masa pandemi seperti sekarang, banyak usaha yang sangat membutuhkan untuk dapat bertahan. Lebih dari 42 persen dari total bantuan kami memfokuskan untuk pengentasan kemiskinan,” ungkap Senior Manager Perizinan, Pertanahan dan Komunikasi PT PLN UIP Sulawesi, Nur Akhsin, Senin (19/7/2021).

Sekira Rp400 Juta, PLN UIP Sulawesi salurkan untuk bantu 13 UMKM yang ada di Provinsi Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Gorontalo, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Tenggara. Pemberian itu berupa alat kerja, pelatihan, dan pemberian modal.

Nur Akhsin mengakui, sektor wisata, sektor industri rumah tangga, dan sektor pertanian, merupakan tiga sektor UMKM yang menjadi program prioritas PLN UIP Sulawesi.

“Ketiga sektor usaha tersebut harus masuk ke dalam ring satu pada pekerjaan Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan (PIK),” terang Nur Akhsin.

Kepala desa Lampoko di Kabupaten Barru, Budiman menuturkan, telah menerima dua unit traktor senilai Rp90 juta.

“Kami ucapkan terima kasih Kepada PLN, karena telah membantu kelompok tani di Desa Lampoko. Bantuan ini sangat meringankan petani dalam mengelola lahannya. Besar harapan kami bantuan dapat terus berkelanjutan hingga kami dapat mandiri,” imbuh Budiman.

Diakui Budiman, bantuan yang diterima mendorong petani di Desa Lampoko menjadi lebih produktif dalam mengelola lahan, sekitar 8.2 hektare tanah bisa digarap para petani yang awalnya hanya 4,5 hektare tanah.

Satu hektare tanah bisa menghasilkan 14 ton bawang merah dengan harga jual berkisar Rp13 ribu– Rp17 ribu/Kg. Dengan begitu, dalam satu hektare tanah dapat menghasilkan Rp238 juta.

News Feed