by

Bom Bunuh Diri Kembali Guncang Baghdad

FAJAR.KORAN.CO.ID, BAGHDAD  — Sebuah bom meledak di pasar rakyat Al-Wuhailat di Distrik Al-Sadr Baghdad pada tanggal 19 Juli 2021 sekira pukul 18.55 waktu setempat.

Sumber keamanan setempat mengkonfirmasi pelaku bom tersebut adalah seorang wanita dan dipastikan bahwa pelaku meledakkan diri dengan bom yang terikat di pinggangnya.

Direktur Kajian Timur Tengah, Amirullah Kandu, yang dikonfirmasi, Selasa (20/7/2021), mengatakan, kesimpulan ini masih akan dikonfirmasi lebih lanjut oleh pihak berwenang setelah melakukan penyelidikan.

Berselang beberapa jam setelah setelah ledakan, ISIS menyatakan bertanggungjawab atas peristiwa tersebut, menurut informasi dari media lokal.

Sejauh ini, pihak berwenang setempat menyatakan edikitnya 35 orang meninggal dunia dan 60 luka-luka, dan di antaranya terdapat wanita dan anak-anak. Kemungkinan jumlah tersebut akan bertambah setelah diadakan penyelidikan lebih lanjut.

Pelaku meledakkan diri di tengah keramaian pengunjung pasar yang datang untuk berbelanja menyambut hari raya Iduladha.

Sumber keamanan setempat mensinyalir bom yang dipakai oleh teroris dalam ledakan tersebut adalah bom rakitan lokal.

Sementara buntut dari kejadian ini, Panglima Angkatan Bersenjata sekaligus Perdana Menteri Irak Mustafa Al-Kadhimi memerintahkan pencopotan komandan pasukan keamanan Distrik Al-Sadr, dan langsung mengadakan pertemuan darurat dengan jajaran tentara, polisi, dan intelejen.

Saat ini pasukan keamanan Irak mengintensifkan penjagaan di beberapa titik di ibu kota Baghdad.

Aksi terorisme yang oleh pihak Pemerintah Irak disinyalir didalangi ISIS akhir-akhir ini marak terjadi, baik itu dengan bom maupun serangan bersenjata terhadap pihak keamanan Irak.

Selain itu, ISIS juga masih terus melakukan perusakan terhadap jaringan listrik dengan meledakkan menara-menara sutet. Pihak keamanan Irak menyatakan sedikitnya sekira 71 menara sutet telah dihancurkan oleh ISIS di berbagai wilayah dalam 3 minggu terakhir.

Pemerintah Irak terus meningkatkan operasi terhadap ISIS yang mulai beregenerasi sejak kematian pemimpinnya Abu Bakar Al-Baghdadi, dengan menyelinap ke perkampungan penduduk.

Bahkan baru-baru ini, ISIS menculik seorang warga sipil dan meminta tebusan sebesar 50.000 USD untuk pembebasan warga sipil tersebut. (rls/mukhlis/fajar)

News Feed