by

KKN Unhas Tematik Maros Melatih Bisnis Digital dan Pembuatan Pupuk Bio Pestisida

Selain itu, Dinda Salsabilla dan Nur Afiah, juga memberikan sosialisasi pembelajaran bahasa Inggris, sekaligus membagikan buku saku kosa kata bahasa Inggris kepada anak-anak sekolah yang berdomisili di sekitar lokasi wisata Rammang-Rammang.

Kegiatan ini dimaksudkan, untuk memberikan pengetahuan dan motivasi kepada anak-anak sekolah tentang pentingnya bagi mereka bahasa  internasional untuk saat ini dan akan datang. 

Pelatihan Air Kemasan dan Pupuk Organik

Menurut Al Fitra Arysuci, sekretaris mahasiswa KKN Posko 4, salah seorang anggota masyarakat yang turut merasakan kegembiraannya atas kehadiran mereka di sana adalah ibu Jalia. Bagaimana tidak, warga dusun Panaikang, desa Pajjukuang, kecamatan Bontoa ini mendapatkan tambahan pengetahuan bisnis yang sangat berharga untuk mengembangkan usaha keluarga, bisnis air mineral merek Je’ne Doang yang dirintisnya belakangan ini.

Pengembangan kemasan  ini menurut  Khairunnisa Ali, sebagai mentor pelatihan, meliputi perbaikan desain logo, dan kemasan botol dengan  menggunakan botol steril. Selain itu, ibu Jalia juga diajar tentang strategi pemasaran produk dengan menggunakan sosial media.

Program lain yang sangat dirasakan manfaatnya  adalah, kegiatan pelatihan mahasiswa KKN Posko 4  di desa Julukana, kecamatan Bontoa, yang diberikan pemateri Arwani Saputri dan Andi Rezky Amalia, yaitu sosialisasi pembuatan pupuk bio pestisida  alami kepada kelompok tani Julukana yang berfungsi mengusir hama, sekaligus menyuburkan tanaman.

Salah satu tujuan kegiatan penyuluhan yang dibuka Camat Bontoa, Andi Armansyah, SH,  ini agar para petani mampu membuat pupuk bio pestisida  alami sebagai alternatif, tanpa harus tergantung kepada  pupuk pestisida yang berbahan dasar zat kimia.

Biaya produksi pupuk bio pestisida ini  selain murah, bahan bakunya juga mudah diperoleh di lingkungan petani. Kelebihan lainnya, pupuk alami ini membuat unsur hara tanah lebih sehat, dibanding jika menggunakan pestisida kimiawi yang justru membunuh organisme tanah. (rls/mukhlis/fajar)

News Feed