by

Layanan Easy Passport Kantor Imigrasi Makassar Hadir di Unhas

FAJAR.KORAN.CO.ID, MAKASSAR –- Kantor Imigrasi Kelas I TPI Makassar bekerja sama Fakultas Hukum (FH) Universitas Hasanuddin menghadirkan layanan Easy Passport yang merupakan salah satu program dari Direktorat Jenderal Imigrasi, Kementerian Hukum dan HAM.

Kegiatan yang bertajuk “Imigrasi Makassar Goes to Unhas” berlangsung secara luring terbatas dengan penerapan protokol Covid-19 di Baruga Prof. Baharuddin Lopa, FH Unhas, Kampus Tamalanrea, Makassar, Kamis (22/7).

Easy Passport merupakan layanan pembuatan paspor kolektif yang dilakukan tanpa perlu berkunjung ke Kantor Imigrasi, melainkan para petugas imigrasi yang mengunjungi pemohon yang telah mengajukan layanan.

Dekan FH Unhas, Prof. Dr. Farida Patittingi, SH., M.Hum., menjelaskan layanan tersebut hadir di Unhas dengan tujuan lebih mendekatkan serta memudahkan kepada masyarakat utamanya para sivitas akademika Unhas dalam membuat passport, memperpanjang serta mengkonversi menjadi e-passport.

“Hadirnya layanan Easy Passport di Unhas salah satunya karena adanya peran dari alumni. Kebetulan banyak alumni kami yang saat ini mengabdikan diri di Kantor Imigrasi. Kita berharap fasilitas ini mampu menjangkau banyak elemen masyarakat sekaligus bentuk dukungan FH Unhas terhadap layanan tersebut yang tentu sangat membantu ditengah situasi seperti sekarang,” jelas Prof. Farida.

Mewakili Kantor Imigrasi Makassar, Arifandi selaku Kepala Seksi Lantaskim Imigrasi Makassar menjelaskan layanan Easy Passport hadir di Unhas menjadi wujud nyata dari sinergitas yang kuat dengan para mitra termasuk Unhas. Dirinya mengatakan, Easy Passport bagian dari komitmen Kemenkumham dalam menghadirkan layanan kepada masyarakat di tengah pandemi Covid-19. 

Memberikan pelayanan minimal 50 permohonan setiap harinya, hanya melayani pembuatan paspor baru dan penggantian paspor habis masa berlaku, tidak melayani penggantian paspor karena hilang atau rusak.

“Kantor Imigrasi Kelas I TPI Makassar melakukan jemput bola pembuatan paspor kepada masyarakat sesuai permintaan. Pemohon paspor tidak perlu datang ke Kantor Imigrasi, tetapi petugas imigrasi yang datang. Untuk tingkat Universitas, baru Unhas yang pertama melakukannya,” ungkap Arifandi.

Arifandi berharap, kegiatan ini dapat diperluas untuk menjangkau banyak masyarakat, khususnya para sivitas akademika Unhas. Tidak hanya itu, beliau juga memberikan apresiasi kepada Fakultas Hukum Unhas yang telah memberikan dukungan dan memfasilitasi layanan Easy Passport untuk menjangkau para dosen, mahasiswa maupun alumni.

News Feed