by

AS Kembalikan Artefak Berusia 3.500 Tahun ke Irak

FAJAR.KORAN.CO.ID, BAGHDAD -– Kementerian Kehakiman Amerika pada tanggal 27 Juli 2021 menkonfirmasi akan mengembalikan sebuah artefak tulisan paku berusia 3.500 tahun ke Irak, dan dianggap sebagai hasil karya seni tertua, yang menceritakan petualangan salah seorang raja terkuat di wilayah Mesopotamia.

Direktur Kajian Timur Tengah, Amirullah Kandu, dalam siaran persnya, Kamis (29/7/) mengatakan, Keputusan Kementerian Kehakiman Amerika ini disampaikan kepada Perdana Menteri Al-Kadhimi di sela-sela pertemuannya dengan Ketua-Ketua Kongres Amerika dalam rangkain lawatannya sejak tanggal 26 Juli 2021 lalu.

Artefak yang berbahan dasar tanah liat tersebut masuk ke pasar seni Amerika Serikat setelah dinyatakan dicuri dari Irak dan dibeli oleh seorang pedagang seni  berkewarganeraaan AS pada tahun 2003 dari sebuah keluarga berkewarganegaraan Yordania berdomisili di London.  

Artefak tersebut kemudian dikirim ke AS tanpa keterangan resmi dari bea cukai AS, dan pada tahun 2007 pedagang tersebut menjualnya kepada pedagang lain dengan harga 50.000 USD disertai dengan sertifikat palsu.

Pada tahun 2014, lukisan tersebut kembali dibeli oleh keluarga Green dengan harga 1.67 juta USD dan bermaksud memajangnya di Museum of The Bible di Washington.

Namun, pada tahun 2017 seorang kurator meseum menyatakan keprihatinannya setelah ia mengetahui bahwa dokumen benda tersebut tidak lengkap. Dan pada tahun 2019, akhirnya  polisi menyita artefak tersebut hingga pada tanggal 26 Juli lalu hakim setempat menerbitkan secara resmi keterangan mengenai asal asulnya, yaitu Irak.

Pihak AS juga akan mengembalikan 17.000 artefak yang berasal dari Irak, 16.000 di antaranya adalah artefak yang hilang dari museum Baghdad sepanjang agresi pasukan internasional pimpinan AS pada tahun 2003. (rls/mukhlis/fajar)

News Feed