oleh

Dialog dan Ramah Tamah Pangkoopsau III dengan Tokoh Masyarakat Papua di Merauke

-Event, Fin-329 views

FAJAR.KORAN.CO.ID, MERAUKE –- Panglima Koopsau III Marsda TNI Bowo Budiarto, S.E., CHRMP. dalam kunjungan kerjanya ke Lanud Johanes Abraham Dimara (J.A Dimara) Merauke berkesempatan mengadakan dialog dan ramah tamah dengan tokoh masyarakat Papua di ruang Sakil Room Swissbell Hotel Jl. Raya Mandala Kel. Bampel Merauke, Jumat (30/7).

Dalam dialog dan ramah tamah tersebut, Pangkoopsau III didampingi Danlanud J.A Dimara Kolonel Pnb A. Gogot Winardi, S.T. serta pejabat Koopsau III.  Sementara pejabat Forkompimda Kabupaten Merauke yang hadir antara lain, Danlantamal XI/Merauke Brigjen TNI (Mar) Wurjanto M. Han, Ketua DPRD Kabupaten Merauke Ir. Beny Isak R Latumahina, Dandim 1707/Merauke Letkol Czi Muh. Rois Edy Susilo, S.T, Dansatrad 244 Merauke Letkol Lek Nur Sahid, Kapolres Merauke AKBP Ir. Ahmad Untung Surianata, M.Hum, Kajari Kab. Merauke Radot Parulian, S.H, dan Kepala Pengadilan Negeri Kab. Merauke Natalia Maharani, S.H, M.Hum.

Selain itu tampak hadir tokoh masyarakat Kabupaten Merauke, Johanes Gluba Gebze, Ketua LMA Kabupaten Merauke Mahuze, Sekretaris LMA Kabupaten. Merauke Bapak Timotius Gedi Mahuze, Ketua LMA Papua Selatan Ignatuis Ndiken, Ketua Pemuda Marind Bapak Fransiskus Ciwe, Pastor Johanis Kandam.

Sedangkan beberapa Tokoh Agama juga menghadiri pertemuan ini antara lain, Ustad Wawan Gunawan, Ketua Klasis GPI Merauke Pendeta Viktor N. Jelira, S.Th, Tokoh Perempuan Albertina Mekiuw, Ketua Perempuan Marind Ibu Margeretha Mahuze, Ketua BEM Musamus Riski Patiasin, Ketua KNPI Merauke Simon Balagaize, serta Ketua LPRI Merauke Bapak Sipran Muda. 

Pangkoopsau III dalam sambutannya menyampaikan permohonan maaf TNI AU terkait tindak kekerasan yang dialami seorang warga sipil di Merauke oleh 2 oknum prajurit TNI AU Lanud J.A. Dimara.  

“Kedatangan kami kesini dalam rangka menindaklanjuti kejadian yang tidak seharusnya terjadi yaitu insiden yang pernah terjadi tanggal 26 Juli lalu,” ungkap Pangkoopsau III.

Pada kesempatan tersebut, Pangkoopsau III mengajak berdiskusi segenap tokoh masyarakat. “Kami mohon dengan sangat agar tidak terulang kembali dan bisa mencarikan solusi sehingga tidak berkelanjutan. Kejadian ini akan kami evaluasi bahwa siapa saja yang akan ditempatkan dimana personel itu bukan dari daerah tersebut harus tahu kearifan local,” pungkasnya.

News Feed