by

Penjualan Nikel Tumbuh Positif, Ekspor Sulsel Ikut Terdongkrak

MAKASSAR, FAJAR.CO.ID — Ekspor Sulsel pada triwulan II 2021 menunjukkan kinerja positif. Kinerja positif itu didukung ekspor nikel PT Vale Indonesia, TBK.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel, Suntono, mengemukakan, nikel berkontribusi hingga 70,36 persen terhadap total ekspor Sulsel. Menurutnya, permintaan nikel mulai tumbuh seiring pulihnya perekonomian sejumlah negara yang menjadi pasar utama nikel Sulsel. 

Pada triwulan II 2021, PT Vale Indonesia, Tbk, juga menunjukkan kinerja positif. Total produksi nikel perusahaan dengan kode emiten INCO itu mencapai 15.845 metrik ton. Nilai penjualannya mencapai 208,4 juta dolar AS.

“Volume penjualan sekitar 7 persen lebih tinggi dibandingkan triwulan I 2021,” ujar Presiden Direktur PT Vale Indonesia Tbk, Febriany Eddy, kemarin.

Vale juga mencatat EBITDA sebesar 72,3 juta dolar AS pada triwulan II 2021. Lebih rendah dari yang tercatat pada triwulan I 2021 sebesar 88,9 juta dolar AS. Disebabkan biaya lebih tinggi dan harga realisasi rata-rata nikel lebih rendah.

Febriany menambahkan, grup juga mencatat laba positif sebesar 25,1 juta dolar AS pada triwulan II 2021. Pencapaian itu turun dari laba triwulan I 2021 sebesar 33,7 juta dolar AS, sejalan dengan penurunan EBITDA.

“Kami menyelesaikan kegiatan pemeliharaan kritikal pada triwulan ini yang memungkinkan mencapai tingkat produksi seperti periode sebelumnya,” sambungnya.

Namun Febriany mengemukakan, laba pada 1H21 sebesar 58,8 juta dolar AS, lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu. Beban pokok pendapatan grup pada triwulan II 2021 meningkat 13 persen menjadi 174,3 juta dolar AS dari 154,8 juta dolar AS pada triwulan I 2021.

“Dibandingkan 1T21, konsumsi HSFO per metrik ton nikel matte meningkat 22 persen. Sementara konsumsi batubara turun 12 persen,” bebernya.

PT Vale juga mengeluarkan sekitar 33,3 juta dolar AS untuk belanja modal pada triwulan II 2021. Itu mengalami penurunan dari belanja modal yang dikeluarkan pada triwulan sebelumnya sebesar 38,5 juta dolar AS.

News Feed