by

UKM Keilmuan dan Penalaran Ilmiah Unhas Hasilkan Tiga Novel

FAJAR.KORAN.CO.ID, MAKASSAR –- Tiga mahasiswa Universitas Hasanuddin melalui Unit Kegiatan Mahasiswa Keilmuan dan Penalaran Ilmiah (UKM-KPI) mengembangkan kemampuan menulis dengan menghasilkan tiga novel, masing-masing:

1. Anugerah Julia, Sastra Prancis FIB Unhas, Angkatan 2017, dengan novel berjudul: “Enamore” diterbitkan oleh Ruang Karya.

2. Abdul Masli, Antropologi Fisip Unhas, Angkatan 2015, dengan novel berjudul: “Asa di Selimut Duka” diterbitkan oleh Subaltern.

3. Salwa Salsabila Mudian, Ilmu Hukum FH Unhas, Angkatan 2018, dengan novel berjudul: “Cennet” yang diterbitkan oleh Ruang Karya.

Pada kesempatan wawancara, Jumat (30/7), Anugrah Julia menjelaskan cerita dibalik novelnya merupakan bagian dari pengalaman berkomunikasi dengan orang yang berasal dari bangsa yang berbeda yakni Turki. Ia belajar banyak hal tentang keseharian adat dan kebudayaan yang membuat hubungan persahabatan terbentuk dan sangat berkesan.

“Saya sangat mengagumi bahasa dan kebudayaan mereka yang mengagumkan serta sejarah Islam yang ada di negara tersebut. Semua itu membuat saya sangat ingin mengunjungi negara Turki. Melalui hubungan pertemanan, saya juga berbagi kepada mereka tentang kebudayaan dan keindahan alam yang ada di Indonesia dan membuat mereka takjub dengan keindahannya,” jelas Anugrah.

Sejak saat itu, Anugrah membuat sebuah karya yang mampu dikenang dan merepresentasikan hubungan pertemanannya bersama orang-orang Turki. Tidak hanya itu, juga sebagai media menyimpan informasi tentang bahasa dan kebudayaan Turki yang dikemas dalam sebuah novel yang berlatar dua negara, Indonesia dan Turki.

Selama proses penyusunan yang dimulai pada 2018 lalu, Anugrah mengatakan ada banyak tantangan yang dihadapi, salah satunya memastikan bahwa latar yang digambarkan mengenai keadaan lingkungan negara Turki sesuai dengan kondisi sebenarnya. Untuk membantu memperkuat tulisan yang dibuat, dirinya banyak menonton film dokumenter, membaca literatur hingga berkonsultasi dengan teman-teman di Turki.

“Terkadang juga bertanya langsung dengan teman Turki saya mengenai keseharian dan budaya mereka di sana. Selain itu, aktivitas yang padat dan penyusunan tugas akhir kuliah yang masih berjalan menjadi sedikit tantangan untuk menemukan inspirasi dan waktu untuk terus menulis hingga menghasilkan kurang lebih 400 halaman dalam cerita novel tersebut,” tambah Anugrah.

News Feed