oleh

Unhas Terlibat dalam Program Southeast Asia Lecture Hall FPCI

“Program ini bermula ketika saya, sebagai Ketua Asosiasi Dosen Indonesia (ADI) berwisata ke universitas berbeda di seluruh Indonesia dan melihat satu keluhan umum yakni akses dan kualitas pendidikan tidak setara. Semakin jauh saya bepergian,  semakin terlihat kemungkinan besar mereka tidak akan mendapatkan akses ke kuliah berkualitas. Untuk dapat melakukan hal ini, FPCI telah bermitra dengan berbagai institusi dan universitas di seluruh Asia Tenggara,” jelas Dino.

Southeast Asia Lecture Hall menyediakan platform yang dapat memajukan emansipasi pendidikan, memberikan akses pendidikan yang berkualitas kepada semua orang dengan koneksi internet. Sehingga, meskipun lokasi peserta jauh, memiliki koneksi internet yang baik, maka akan berkuliah bahkan tanpa membayar.

“Visi kami adalah untuk memicu rasa dan kualitas keunggulan yang lebih besar di antara mahasiswa dan dosen Asia Tenggara, dan untuk memfasilitasi komunitas Asia Tenggara dan komunitas akademisi ASEAN. Semoga ini akan memfasilitasi lebih banyak koneksi dan kolaborasi,” tambah Dino.

Program forum virtual tersebut akan dilangsungkan setiap tiga minggu. Peserta akan mendengarkan sesi kuliah gratis dari para cendekiawan terkemuka. Unhas akan mengirimkan mahasiswa untuk berpartisipasi dalam setiap kelas selama 10 kelas. Jumlah mahasiswa akan didiskusikan dan disepakati minimal 7 hari sebelum setiap kelas berlangsung.

Rencananya, program ini akan melibatkan lebih dari 1.000 mahasiswa dari 11 negara Asia Tenggara dan akan terlaksana mulai Agustus 2021 hingga Maret 2022.(rls/mukhlis/fajar)

News Feed