by

Deni Zulkarnaen, Anggota TNI AU yang Mampu Bahasa Isyarat

FAJAR.KORAN.CO.ID, MERAUKE –- Seorang Bintara Tinggi (Bati), Peltu Deni Zulkarnaen, S.Ip, anggota Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Johanes Abraham Dimara (J.A. Dma), Marauke, memiliki kedekatan yang sangat erat dengan warga masyarakat yang memiliki keterbatasan atau disabilitas di wilayah Kabupaten Merauke.

Deni juga menguasai bahasa isyarat. Tidak hanya itu, Deni juga mempunyai 6 orang anak angkat asal Merauke, Papua, yang salah satunya tunawicara.

Kedekatannya dengan kaum disabilitas di Merauke, sudah berlangsung sejak 5 tahun lalu, hingga kini, dia aktif di Perhimpunan Disabilitas Kabupaten Merauke.

Kemampuannya menguasai bahasa isyarat tidak diragukan lagi, hal ini bisa dilihat pada video yang viral di berbagai media sosial TNI AU dan media lainnya. Pada video tersebut, dia begitu lihai berkomunikasi dengan Steven, salah seorang tunawicara yang beberapa waktu lalu, mengalami tindakan kurang terpuji dari 2 oknum anggota TNI AU di Merauke.

Deni mulai mempelajari bahasa isyarat, sejak dia memiliki seorang anak angkat tunawicara tahun 1997 silam. Saat itu, dia berdinas di Lanud Baucau, Timor Timur (Timur Leste saat ini). Bahasa ini dipelajarinya secara autodidak.

“Sejak pertama dinas di Lanud Baucau Timtim tahun 1997 sampai tahun 1999, kami punya seorang anak binaan yang disabilitas. Dari sinilah kami perlahan mulai bisa memahami tentang bahasa isyarat,” ungkap Deni.

Setelah pindah tugas ke Merauke di Lanud J.A. Dimara, tahun 2000 lalu, Deni mengenal seorang pemain bola voly tunawicara. Berawal dari itulah, Deni mulai dekat dengan sejumlah anggota Perhimpunan Disabilitas Kabupaten Merauke.

“Toser tim voly kami merupakan tunawicara, dari sinilah kami mulai menyatu dengan kelompok disabilitas di daerah ini,” ujar Deni

Kebersamaan dan kedekatannya dengan difabel, diakui Deni menjadi kepuasan sendiri baginya. “Berkumpul dengan mereka dan bisa membantu mereka adalah kepuasan batin kami. Sampai saat ini, kami terus menjalin komunikasi dan berinteraksi,” tutunya.

Selama bergaul dengan kaum disabilitas, dia mengedepankan pendekatan secara hati. Menurut Deni, kaum disabilitas juga butuh perhatian dan perlindungan.

News Feed