by

Gawat, Tambang Ilegal Marak di Bone. Ini Yang Dilakukan Camat Sibulue

KORANFAJAR.CO.ID, BONE — Tiga unit truk pengangkut material di lokasi tambang pasir terbawa arus saat tengah mengantri di sungai Cempat Langsat, Dusun Cempalenna, Desa Cinnong, Kecamatan Sibulue kemarin.

Tiga pemilik kendaraan truk Roni (41) alamat Kelurahan Panyula, Temma (58) dan korban lainya bernama Ancis (42) alamat Cabalu sedang antre hendak mengambil pasir dan menurunkan mobilnya di sungai pada waktu sungai tersebut dalam keadaan kering.

Tidak lama kemudian air tiba-tiba dari hulu sungai mengalir deras sehingga sopir truk tersebut loncat dan meninggalkan kendaraanya sehingga kendaraan tenggelam.

“Mereka (Sopir truk) sedang mengantre ubtuk ambil pasir, namun terjadi banjir. Ada truk yang terbalik,” kata salah seorang saksi mata Yusri, Selasa, 2 Agustus.

Sementara Camat Sibulue, Denny Wahyudi mengatakan tiga truk dan satu eskavator yang tenggelam di Sungai Desa Cinnong sedang menjalankan aktivitas tambang.

“Sepengetahuan saya, itu tambang ilegal belum dapat ijin dari pemerintah dan tambang itu baru tiga hari beroperasi, dan sama sekali tidak tau siapa pemilik tambang tersebut,” katanya.

Kata dia, saat ini telah mengupayakan untuk menghentikan aktivitas tambang tersebut, pihaknya sudah melaporkan ke Polres Bone dan pemerintah daerah.

“Kami telah laporkan ke Polres Bone dan pemerintah Kabupaten Bone, sementara ini kami menunggu tindak lanjut dari laporan untuk dilakukan penertiban,” tegasnya. (gun)

News Feed