by

Kurangi Sampah di Hutan Pinus, Pengunjung Diwajibkan Bawa Tumbler

FAJARKORAN.CO.ID, MAKASSAR — Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sulsel berkolaborasi dengan Bupati Gowa untuk melakukan kegiatan pengurangan sampah plastik di tempat wisata yang ada di Kabupaten Gowa

Salah satunya dengan mencangkan aksi pengunjung wajib membawa tumbler atau botol air minum, ketika akan mengunjungi tempat wisata alam di Malino Kabupaten Gowa.

Perancang Inovasi Idola dari BBKSDA, Ellyyana Said mengatakan, melihat tempat wisata di Malino utamanya hutan pinus, semakin banyak berceceran sampah plastik. Ini sampah dari pengunjung.

“Bayangkan kalau dalam sehari 40 pengunuung yang data g dan semuanya membawa botol plastik, kemudian membuangnya di lokasi wisata,” ucapnya.

Untuk itu kata Elly, ia meminta kepada Bupati Gowa untuk menjalankan inovasi Idola tersebut. Dimana di lokasi wisata mesti lebih ketat pengawasannya. Selain itu melarang masyarakat masuk ketika membawa plastik.

“Jadi kami minta di depan pintu masuk wisata alam itu ada penjual tumbler dan air minum isi ulang,” ucap perempuan yang juga Kepala Tata Usaha BBKSDA Sulsel.

Sehingga ketika pengunjung datang dan tidak membawa tempat air minum, bisa membeli tumbler dan mengisinya di lokasi yang disiapkan.

“Kami juga melakukan pelatihan kepada warga sekitar tempat wisata agar bisa membuat bank sampah. Sehingga sampah yang sudah ada saat ini bisa di manfaatkan jadi lebih berguna,” ucapnya.

Pelatihan pengolahan bank sampah untuk warga sekitar wisata alam, sudah dilakukan mulai Selasa, 3 Agustus hingga Kamis, 5 Agustus.

Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan mengatakan hal tersebut merupakan aksi perubahan yang dilakukan oleh pegawai BBKSDA. Diberi nama Inovasi edukasi konservasi lingkungan dan kehutanan (Idola).

Jadi program ini kata Adnan,rencana akan melarang pengunjung membawa wadah plastik ke lokasi wisata. Utamanya botol air minum.

“Ini juga sudah dibicarakan dengan warga ,” ucapnya. (wis)

News Feed