by

Mahasiswa KKN G-106 Unhas Bulukumba 5 Kunjungan Home Industry

FAJAR.KORAN.CO.ID, BULUKUMBA –- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik Gelombang 106 Universitas Hasanuddin (Unhas) wilayah Bulukumba 5 melakukan kunjungan home industry pembuatan teh daun kelor dan madu lebah di Lemo-lemo, Kelurahan Tanah Lemo, Kecamatan Bonto Bahari, Rabu (4/8/2021).

Kunjungan ini adalah untuk menambah pengetahuan dan wawasan mahasiswa tentang pengolahan daun kelor sebagai teh herbal dan proses produksi madu dari lebah lokal. Dari kunjungan ini pula mahasiswa dapat lebih mengetahui terkait potensi yang bisa dikembangkan di desa.

Pengelola home industy ini, Arifin menjelaskan, memulai usaha teh daun kelor sejak tahun 2018. Ide usaha ini muncul karena melihat tanaman kelor tumbuh dengan subur di sekitar lingkungannya dan dapat beradaptasi dengan kondisi yang ekstrem seperti tanah berpasir dan bebatuan.

Tanaman dengan nama latin Moringa oleifera ini sejak dulu sudah dikenal memiliki beberapa khasiat yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Berdasarkan penelitian, daun kelor diketahui kaya akan β karoten, vitamin C, vitamin E, polifenol dan merupakan sumber antioksidan alami yang baik.

Selain itu, daun kelor juga dilaporkan dapat meningkatkan berbagai fungsi biologis termasuk fungsi anti inflamasi, anti kanker, hepatoprotektif, dan nefroprotektif.

Melihat potensi tersebut, Arifin membulatkan tekad dengan mengikuti beberapa pelatihan pengolahan daun kelor yang kemudian dia aplikasikan dengan memproduksi teh daun kelor yang dikenal dengan nama Keloro’ta.

Keloro’ta diproduksi melalui beberapa tahapan proses yang masih menggunakan alat dan tata cara yang sederhana. Diawali dengan memilah teh daun memilah daun-daun kelor yang baik kemudian dikeringkan menggunakan mesin pengering selama 24 jam pada suhu awal 33 derajat celcius (untuk suhu selanjutnya dikondisikan sesuai kondisi daun). Selanjutnya daun dihancurkan dan dikemas. Hingga saat ini Keloro’ta telah dipasarkan ke luar kota.

Tidak hanya Keloro’ta, Arifin juga memiliki usaha madu. Madu yang diproduksi berasal dari lebah lokal genus Trigona yang merupakan salah satu jenis lebah tanpa sengat. Berbeda dengan lebah jenis Apis, lebah Trigona memproduksi madu yang lebih sedikit namun produksi propolisnya sangat tinggi sekitar 3 kg/koloni per tahun. Terdapat tiga spesies lebah yang dibudidayakan di tempat ini antara lain Trigona toracica, Trigona itama dan Trigona fusco. (rls/mukhlis/fajar)

News Feed