oleh

FKG Unhas Workshop Bahas Operasi Bibir Sumbing di Indonesia dan Jepang

 FAJAR.KORAN.CO.ID, MAKASSAR  — Universitas Hasanuddin melalui Fakultas Kedokteran Gigi bersama tiga Perguruan Tinggi Negeri lainnya yang tergabung dalam APAN (Asia Pacific Advanced Network) menyelenggarakan webinar dengan tema “Recent Updates of Orofacial Cleft Surgeries in Indonesia and Japan”. Kegiatan berlangsung melalui aplikasi zoom meeting, Kamis (5/8).

Hadir sebagai narasumber yakni Dr. Takeshi Mitsuyasu, DDS., Ph.D (Kyushu University, Japan), Prof. drg. R.M. Coen Pramono D. SU., Sp.BMM (K) (FKG, University Airlangga), drg. M. Gazali, MARS., Sp.BM (K) (FKG, Unhas) dan drg. Dwi Ariawan, MARS., Sp.BM (Universitas Indonesia).

drg. Muhammad Ruslin, M.Kes., Ph.D., Sp.BM (K)., sebagai Dekan FKG Unhas dalam sambutannya menyambut baik webinar yang diselenggarakan dengan melibatkan beberapa mitra. Dirinya mengatakan, tema pembahasan sangat strategis untuk saling mengetahui dan berbagi informasi serta pengalaman dari para pemateri yang berasal dari perguruan tinggi berbeda.

Pada kesempatan yang sama, drg. Gazali selaku salah satu narasumber menjelaskan tentang “Cleft Palate Repair and Speech Management in Sulawesi, Indonesia”. Secara umum, drg. Gazali menjelaskan tentang Cleft Palate atau sumbing bibir dan celah langit-langit mulut sebagai kelainan kongenital yang sering terjadi.

Data internasional mencatat bahwa antara tahun 2002 dan 2006, kejadian bibir sumbing dan langit-langit mulut rata-rata 8 per 10.000 kelahiran di seluruh dunia. Sementara itu, untuk tingkat asia Angka Kelahiran dengan Bibir Sumbing dan Langit-langit Tertinggi di Jepang (2,1:1000). Riset Kesehatan Dasar Indonesia tahun 2018 menunjukkan prevalensi nasional celah bibir dan langit-langit mulut sebesar 0,12%.

“Penanganan bibir sumbing di Sulawesi telah berlangsung sejak tahun 2008 dengan program utama penanganan bibir dan langit-langit sumbing primer dan sekunder. FKG Unhas juga terus berperan dalam mengoptimalkan layanan kesehatan bagi masyarakat untuk kasus ini,” jelas drg. Gazali.

Lebih lanjut, drg. Gazali menambahkan pada tahun 2020, telah ditetapkan konsep tata laksana berdasarkan Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran (PNPK) celah bibir dan langit-langit FKG Unhas dengan dukungan Yayasan Celebes Cleft Center. Tujuannya untuk menjadi pusat pelayanan yang komprehensif bagi penderita Bibir dan Langit-langit Sumbing di Sulawesi dan Indonesia Timur. Meski belum maksimal, upaya penanganan terapi bicara pada pasien yang telah menjalani operasi telah dilakukan sebagai bagian dari program sumbing di Sulawesi.

News Feed