by

SDGs Center Unhas Gelar Kuliah Umum Bahas Sains, Teknologi dan Inovasi

FAJAR.KORAN.CO.ID, MAKASSAR –- Sustainable Development Goals (SDGs) Center Universitas Hasanuddin menyelenggarakan kuliah umum dengan menghadirkan Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MS (Guru Besar Manajemen Pengembangan Kelautan IPB, Menteri Kelautan dan Perikanan Periode 2001-2004) sebagai narasumber. Kegiatan berlangsung Wita secara daring melalui aplikasi zoom meeting, Kamis (5/8).

Dekan Sekolah Pascasarjana Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas kehadiran narasumber. Dirinya mengatakan, pencapaian target SDGs merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya beban pemerintah. Akan tetapi, para akademisi juga memiliki peran untuk berkontribusi dalam 17 target pembangunan global.

“SDGs Center Unhas hadir sebagai wujud dari komitmen untuk bersama-sama mengambil peran dalam  percepatan pencapaian 17 target SDGs. Berbagai langkah proaktif terus dilakukan oleh Unhas melalui SDGs yang saat ini berada dibawah naungan Sekolah Pascasarjana. Kami mengharapkan, kegiatan seperti ini akan menambah wawasan, pengetahuan dan informasi tentang SDGs,” jelas Prof. Jamal.

Setelah pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi dari Prof. Rokhmin tentang “Peran Sains, Teknologi dan Inovasi dalam Percepatan Pencapaian Targer SDGs”. Secara umum, beliau menjelaskan mengenai pembangunan berkelanjutan, dinamika dan pencapaian pembangunan pada tingkat global, tantangan pembangunan Indonesia yang berkelanjutan serta strategi pemanfaatan sains, teknologi dan inovasi untuk percepatan target SDGs.

Prof. Rokhmin menjelaskan pada era industry 4.0 hampir seluruh aspek kehidupan makin tidak mudaj diprediksi. Namun, satu hal yang pasti bahwa kebutuhan manusia pada tatanan global terhadap pangan maupun jasa-jasa lingkungan yang berkualitas akan terus meningkat.

Dari perspektif pembangunan berkelanjutan, pembangunan ekonomi berada di persimpangan jalan. Di sisi lain, masyarakat dituntut untuk memanfaatkan sumber daya dan memproduksi barang serta jasa untuk pemenuhan kebutuhan guna mengatasi pengangguran dan kemiskinan.

Pada masa pandemi, status pembangunan Indonesia turun kelas menjadi negara menengah bawah. Banyak tantangan dan permasalahan pembangunan yang terjadi seperti pertumbuhan ekonomi rendah, tingginya angka pengangguran dan kemiskinan, ketimpangan ekonomi hingga defisit neraca perdagangan dan transaksi berjalan. 

News Feed