by

Mendaki di Era Kenormalan Baru

KORAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR-Aktivitas para pencinta alam juga memasuki fase kenormalan baru. Sebelum mendaki ada beberapa aturan baru yang mesti diperhatikan.

Aktivitas pendakian mulai pulih. Beberapa komunitas bahkan mulai mengagendakan mengunjungi spot atau area pegunungan yang akan dituju.

Di Sulsel, para komunitas tengah mematangkan persiapan pendakian. Kegiatan yang salah satunya diinisiasi oleh generasi muda pencinta alam (Gempa) Makassar. Mereka akan menakulukkan enam gunung hanya dalam waktu sebulan.

Aktivitas ini juga sekaligus menggaungkan kegiatan pendakian di era kenormalan baru. Ketua Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) Sulsel, Mustari Zainal mengatakan, ada penyesuaian aktivitas dibanding sebelum pandemi.

“Salah satunya menjaga kebersihan. Kalau saya lihat ini justru menguntungkan, karena aspek kebersihan menjadi penekanan penting dan memang itu sudah harus ditanamkan lebih dahulu,” ujarnya kepada FAJAR, Minggu, 8 Agustus.

Mustari menjelaskan, selama masa pandemi persiapan saat hendak naik gunung harus jauh lebih matang. Salah satunya memastikan peralatan atau pelindung seperti masker dan hand sanitizer.

“Yang paling utama memastikan kondisi tubuh fit. Jumlah kelompok atau regu pendaki juga dibatasi,” terangnya. Aturan itu, ucap dia, juga telah menjadi rujukan dari pemerintah.

Mustari menjelaskan, spot pendakian yang masuk kawasan wisata pemerintah akan menerapkan contoh tersebut. Mulai dari menyiapkan alat mencuci tangan hingga opsi untuk melaksanakan swab di area lokasi sebelum tim mendaki.

“Untuk di Sulsel, Agustus ini akan ada kegiatan dengan menyasar enam gunung se Sulselbar. Lima di Sulsel dan satu di Sulbar,” ucap dia.

Keenam gunung itu meliputi Gandang Dewata, Buntu Kambuno, Buyu Balease, Bulu Baria, Moncong Lompobattang, dan Bulu Bawakaraeng.

Ketua Umum Organisasi Petualangan Alam Bebas (OPAB) Gempa Makassar, Rauf Musadat mengatakan, aktivitas pendakian akan dibagi dalam dua regu. Kegiatan akan berlangsung pada 8-30 Agustus.

“Jadi ada enam gunung kita taklukkan dalam sebulan. Kegiatan kali ini juga kita menyesuaikan dengan prokes. Bagaimana tim menyesuaikan dengan era kebiasaan baru,” pungkasnya. (Ardiansyah Hendartin)

News Feed