by

Bersama Mitra Nasional dan Internasional, FKG Unhas Gelar Workshop

FAJAR.KORAN.CO.ID, MAKASSAR — Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Hasanuddin (Unhas), Asosiasi Internasional Tele-medicine APAN (Kyushu, Jepang) bersama tiga Perguruan Tinggi Negeri lainnya di Indonesia (Universitas Indonesia, Universitas Airlangga, dan Universitas Brawijaya) yang tergabung dalam APAN (Asia Pacific Advanced Network) menyelenggarakan webinar.

Workshop daring: “The 52nd APAN TELE-MEDICINE Event” dengan tema “Recent Updates of Orofacial Cleft Surgeries in Indonesia and Japan”, berlangsung melalui aplikasi zoom meeting, Kamis (5/8) lalu.

Hadir sebagai narasumber yakni Dr. Takeshi Mitsuyasu, DDS., Ph.D (Kyushu University, Japan), Prof. drg. R.M. Coen Pramono D. SU., Sp.BMM (K) (FKG, University Airlangga), drg. M. Gazali, MARS., Sp.BM (K) (FKG, Universitas Hasanuddin) dan drg. Dwi Ariawan, MARS., Sp.BM (FKG, Universitas Indonesia).

Dekan FKG Unhas Muhammad Ruslin, drg., M.Kes., Ph.D., Sp.BM (K) dalam sambutannya menyambut baik webinar yang diselenggarakan dengan melibatkan beberapa mitra.

Dirinya mengatakan, tema pembahasan sangat strategis untuk saling mengetahui dan berbagi informasi serta pengalaman dari para pemateri yang berasal dari perguruan tinggi berbeda.

Pada kesempatan yang sama, drg. Gazali selaku salah satu narasumber dari FKG Unhas menjelaskan tentang “Cleft Palate Repair and Speech Management in Sulawesi, Indonesia”. Secara umum, drg. Gazali menjelaskan tentang Cleft Palate atau sumbing bibir dan celah langit-langit mulut sebagai kelainan kongenital yang sering terjadi.

Data internasional mencatat bahwa antara tahun 2002 dan 2006, kejadian bibir sumbing dan langit-langit mulut rata-rata 8 per 10.000 kelahiran di seluruh dunia. Sementara itu, untuk tingkat asia Angka Kelahiran dengan Bibir Sumbing dan Langit-langit Tertinggi di Jepang (2,1:1000). Riset Kesehatan Dasar Indonesia tahun 2018 menunjukkan prevalensi nasional celah bibir dan langit-langit mulut sebesar 0,12%.

“Penanganan bibir sumbing di Sulawesi telah berlangsung sejak tahun 2008 dengan program utama penanganan bibir dan langit-langit sumbing primer dan sekunder. FKG Unhas juga terus berperan dalam mengoptimalkan layanan kesehatan bagi masyarakat untuk kasus ini,” jelas drg. Gazali.

News Feed