oleh

Staf Khusus Wapres Jadi Komisaris Pelindo IV

Dr. Syukriansyah S. Latief, yang dikonfirmasi, Jumat (13/8), tidak menampik hal tersebut. Dia hanya mengiakan, soal status jabatannya di Wapres, apakah sebagai staf ahli atau staf khusus.

Yang pasti, pria kelahiran Makassar, 30 Agustus 1969 ini meraih gelar Sarjana Hukum dari Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar pada 1993. Kemudian meraih gelar Magister Hukum dari Universitas Indonesia dan gelar Doktor bidang Hukum dari Universitas Hasanuddin, Makassar.

Siapa nyana, Uki yang suka bersahabat ini, memulai kariernya di dunia jurnalistik. Dia termasuk wartawan senior di Makassar. Masih berstatus mahasiswa baru di Fakultas Hukum Unhas tahun 1988, dia sudah aktif di Surat Kabat Kampus (SKK) “identitas” (kini, Perbitan Kampus identitas).

Satu tahun kemudian, karier jurnalistiknya merambah ke media umum, yakni sebagai reporter di Harian FAJAR Makassar. Bukan itu saja, dia merangkap sebagai koresponden Makassar majalah Forum Keadilan. Ketika itu, pengasuh Indonesi Lower Club (ILC) TV One, Karni Ilyas, merupakan Pemimpin Redaksi majalah “Forum Keadilan”.

Begitu menjadi Redaktur Daerah di Harian FAJAR, Uki kemudian bersama teman-temannya membentuk Lembaga Studi Informasi Media Massa (eLSIM). Dari lembaga ini, Uki bersama teman-temannya rajin dan rutin menerbitkan buku.

Dalam dunia pers Indonesia dan dunia intelektual, Sukriansyah pernah menjabat sebagai Ketua Aliansi Jurnalistik Indonesia (AJI) pertama Makassar, menjadi Presidium AJI Pusat, menulis, dan menjadi editor beberapa buku.

Sekira di tahun 2004-2006, Uki menjabat sebagai Pemimpin Redaksi Harian FAJAR, yang sebelumnya menjabat Redaktur Pelaksana. Jabatan ini terus dipegang hingga Harian FAJAR pindah kantor dari Jl. Racing Centre ke Gedung Graha Pena, Jl. Urip Sumoharjo No. 20 Makassar, pada tahun 2007.

Bahkan Uki rangkap jabatan sebagai Direktur Umum/Produksi dan Pemimpin Redaksi. Di era kepemimpinan Uki sebagai Pemimpin Redaksi Harian FAJAR, Koran ini mengalami perkembangan pesat. Bahkan Koran ini menjadi Koran terbesar dan tertinggi oplahnya di luar Pulau Jawa. Saat itu, oplah FAJAR mencapai 75.000 eksemplar.

News Feed