by

HMI Sudah Tiada

Sesungguhnya, sejak organisasi kemahasiswaan yang bernama Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) disusupi anasir radikalisme Islam, lalu menggumpal dan eksis bernama HMI MPO (Majelis Penyelamat Organisasi) dan memiliki kantor (sekretariat) Pengurus Besar (PB) sendiri di samping kantor PB HMI, yang disebut pula sebagai HMI Dipo (waktu itu PB HMI berkantor di Jalan Diponegoro Jakarta), … sejak itu, saya menganggap HMI sudah tiada. Sesudahnya, apa yang disebut sebagai HMI hanya rangkaian cerita perpecahan. Hingga saat ini, justru yang dulu dikenal sebagai PB HMI pun ada dua, selain HMI MPO yang terus juga ada. Kini perpecahan itu mentradisi di HMI, hingga ke level konferensi cabang dan komisariat. Intinya, keberadaan HMI sama dengan ketiadaannya.

Saya belajar dari sejarah PII (Pelajar Islam Indonesia) yang mungkin saja kadernya masih merasa PII itu ada. Namun, fil hakikah, PII itu sudah lama mati. Mengharap HMI, apalagi PII, sebagai gantungan harapan masa depan bangsa merupakan penipuan terhadap diri sendiri. Menjadikan HMI sebagai gantungan, boleh saja. Tetapi itu mirip dengan tiang gantungan bunuh diri.

Lihatlah mereka yang masih merasa sebagai kader HMI. Aktivitasnya hanya di seputar meja warkop. Mereka tampak bangga ber-selfie dengan aneka makanan di meja warkop. Foto-foto yang begitulah menjadi gambaran kader HMI saat ini. Bandingkan dengan pemuda seusia kader HMI itu yang beraktivitas sangat sedikit di meja warkop. Anak-anak muda yang bukan kader HMI beraktivitas di dunia kerja, dunia bisnis, … di laboratorium, di dunia IT, di dunia AI,… mereka bergerak mengikuti arah masa depan. Kepada anak-anak muda yang bukan kader HMI itulah masa depan digantungkan.

Jika Anda berharap masa depan Indonesia pada anak-anak muda yang menyebut diri sebagai kader HMI, Anda pasti sudah salah harap. Bagaimana berharap terhadap sesuatu yang keberadaannya sama dengan ketiadaannya? HMI adalah fatamorgana,… tipuan! Bagaimana Anda menggantungkan harapan kepada mereka yang berpecah belah dan tidak sanggup keluar dari masalah internalnya sendiri?

News Feed