by

Perempuan dan Literasi Politik, Harus Transformasi

-Event, Politik-217 views

FAJAR.KORAN.CO.ID, MAKASSARLembaga Studi Kebijakan Publik (LSKP) didukung olehWomen’s Democracy Networkdan International Republican Institutedan kerja sama dengan Kaukus Perempuan Sulawesi Selatan serta Kaukus Perempuan Politik SulawesiSelatan melaksanakan, kembal menyelenggarakan Ruang Publik, edisi Kelima, Jumat (13/8).

Mengangkat tema “Perempuan dan Literasi Politik” yang dilaksanakan melalui zoom meeting dan live streaming YouTube Lembaga Studi Kebijakan Publik.

Luna vidya selaku host membuka bahasan dialog dengan perkenalan Ruang Publik, pemaparan profil narasumber dan dialog interaktif bersama narasumber, di antaranya Dr. Ir. Hj. Andi Yuliani Paris, M.Sc, selaku Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PAN.

Juga menghadirkan Sri Budi Eko Wardani sebagai Dosen Ilmu politik Universitas Indonesia, dan Ni Loh Gusti Madewati. S.Sos., sebagai Direktur Eksekutif Daya riset Advokasi untuk perempuan dan anak di Indonesia.

Sesi pertama, Luna Vidya mempersilakan narasumber untuk menyampaikan relevansi dari tema yang diangkat.

Sebagai argumentasi pembuka, Wardani menggambarkan situasi yang didapatkan dari hasil riset terkait tema yang diangkat.

“Saya melakukan riset tentang keterwakilan perempuan ditingkatan kabupaten/kota. Trend keterpilihan perempuan, harus dicatat bahwa Sebagian besar dari sekitar 530an kab/kota, hanya 26 kab/kota yang berada diatas kuota 30%, hanya di Minahasa dan Kalimantan Tengah yang diatas kisaran 40%. Hal ini menggambarkan bahwa Affirmative Action memiliki dua sisi yakni dukungan bagi perempuan dan politik lectoral,” jelas Wardani.

Wardani juga mengakui, harusnya politik dipandang sebagai sesuatu yang transformational yang lebih perspektif gender. “Jumlah perempuan yang banyak di tataran anggota dewan hanya berupa kumpulan, belum menjadi kekuatan. Banyak gerakan perempuan pendukung calon legislatif yang dilatarbelakangi oleh keputuhan praktis,” ungkapnya.

Sementara Madewanti dari DROUPADI ikut memberikan tanggapan terkait potret fenomena terkait dengan tema yang diangkat. “DROUPADI adalah salah satu lembaga yang bergerak di Jawa Barat yang mengakat isu Demokratisasi dan Pemberdayaan Perempuan. Berdasarkan refleksi DROUPADI banyak sekali gender issue, baik yang terjadi pada skala rumah tangga, lingkungan dan tempat kerja,” ujarnya.

News Feed