by

Kepala Staf Koopsau III Hadiri Pidato Kenegaraan HUT Ke-76 RI Bupati Biak Numfor

-Event, Fin-99 views

FAJAR.KORAN.CO.ID, BIAK  —  Kepala Staf (Kas) Koopsau III Marsma TNI Ronald L. Siregar, S.T., M.M., S.Tr (Han), bersama Forkompimda Kabupaten Biak Numfor menghadiri pidato kenegaraan yang disampaikan Bupati Kabupaten Biak Numfor Herry Ario Naap, S.Si., .Pd., di ruang auditorium RRI Kabupaten Biak, Senin (16/8).

Tema pidato yang diusung adalah, “Dengan Semangat Kemerdekaan RI, Kita Jadikan Biak Numfor Yang Religius, Berkarakter Dan Berbudaya Sebagai Sumbu Pertumbuhan Yang Berdaya Saing Menuju Kesejahteraan Dan Kemandirian”.

Para pejabat yang turut hadir antara lain Marsma TNI Bonang Bayuaji G., S.E., M.M (Pangkosekhanudnas IV), Millka Rumaropen (Ketua DPRD Kab. Biak Numfor), Anetha Kbarek (Wakil Ketua DPRD), Kolonel Pnb I Ketut Adiyasa Ambara (Kadisops Lanud Manuhua), AKP Derek Leatemia S.H (Kasatbimas), Letkol Pas Harry Wijayanto (Danyonko 468 Paskhas Sarotama), Letkol Lek Djoko Aprianto (Dansatrad 242 Tj. Warari), Letkol Laut (P) Ahmad Sholikhan (Paban Renops Guskamla Koarmada III), Mayor Laut (K) dr. Sigit Wijayanto (Ka Rumkital dr. R. Gandhi A.T.), Kapten Inf Zulkipli (Danramil 1708-01/Biak Kota), Markus O Manesmbra (Sekda Kab Biak Numfor),  para tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat Biak Numfor.

Dalam Pidato Kenegaraan HUT Ke-76 RI, Herry Ario Naap mengajak, seluruh masyarakat untuk mensyukuri Kemerdekaan RI dengan tidak merusak kebersamaan, gotong royong yang telah ada dengan cara menghilangkan ego sektoral sesuai dengan tema HUT Kemerdekaan RI Ke-76 yaitu “Indonesia Tangguh Indonesia Tumbuh”.

“Perjuangan di masa yang akan datang akan jauh lebih besar dan lebih berat. Maka dari itu, kita harus menjadi bangsa yang tangguh yang tumbuh,” tegasnya.

Selain itu, mengajak seluruh masyarakat Biak Numfor untuk bersatu dan bersemangat dalam merajut negeri ini untuk menjadikan negeri ini menjadi semakin maju.

“Jangan lagi mempermasalahkan akan perbedaan karena negeri ini bukan milik suatu golongan, agama, etnis tertentu, adat istiadat tertentu, melainkan milik kita semua dari Sabang sampai Merauke,” pungkas Herry Ario Naap.  (rls/mukhlis/fajar)

News Feed