oleh

Gadai Emas Pilihan Terakhir di Masa Krisis

KORANFAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Dampak pandemi Covid-19 membuat masyarakat ramai-ramai menggadaikan emasnya. Jumlahnya pun meningkat setiap tahunnya.

Data dari PT Pegadaian per 31 Juli lalu, realisasi untuk transaksi gadai emas Pegadaian sudah mencapai Rp5,65 triliun lebih. Pencapaian ini sudah 83,92 persen dari target gadai tahun ini sebesar Rp6,7 triliun lebih di Kanwil Makassar.

Pimwil Pegadaian Kanwil VI Makassar, Zulfan Adam mengatakan, capaian ini tumbuh 3,26 persen (YoY). Bahkan pertumbuhan tahun lalu, kata dia, lebih besar lagi. Apalagi karena dampak pandemi Covid-19.

Kata dia, untuk saat ini, emas memang masih menjadi pilihan untuk digadaikan. Apalagi prosesnya mudah dan cepat, ketimbang barang lain yang digadaikan. Makanya masih bertumbuh hingga tahun ini.

“Kayaknya tahun lalu pertumbuhannya lebih baik. Hal ini terjadi karena kondisi pandemi yang masih berlangsung. Untuk saat ini masih banyak yang menggadaikan emas,” bebernya, Senin, 23 Agustus.

Ekonom Unhas Andi Anas Anwar Makkatutu mengatakan kondisi ini menunjukkan, jika masih banyak masyarakat yang terdampak Covid-19. Meski pertumbuhan ekonomi melesat tinggi, namun golongan menengah ke bawah tak termasuk dalam kalkulasi hitungan tersebut.

Kondisi ini, kata dia, juga menunjukkan jika emas tak sekadar menjadi perhiasan. Harganya yang cenderung stabil membuat emas menjadi pilihan saat darurat, apalagi di tengah kebutuhan yang melonjak lalu pemasukan berkurang.

“Apalagi pada kondisi pandemi sekarang, banyak yang terdampak. Jadi menggadaikan emas menjadi pilihan terakhir mereka. Tak hanya sekadar persiapan, tetapi upaya untuk jaga-jaga di saat ekonomi belum stabil,” bebernya.

Terutama kata dia, saat momen Idulfitri dan ketika anak masuk sekolah. Dia meyakini, dalam kondisi itu beban kebutuhan pasti akan meningkat, sehingga membuat masyarakat memilih emas sebagai pilihan untuk memenuhi kekurangan atas kebutuhan tersebut.

“Memang menjual emas kan cenderung lebih mudah. Prosesnya juga cepat. Tak seperti kalau menjual tanah dan bangunan. Pasti syaratnya ribet, makanya masyarakat pilih yang cepat dan lebih aman,” tambahnya.

News Feed