by

Ibarat Dwitunggal, Prof Sumbangan Baja dan Prof Restu Tunjukkan Sikap Koopetisi di Pilrek Unhas

KORANFAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Pemandangan menarik tersaji pada pendaftaran Calon Rektor Unhas periode 2022-2026. Terdapat dua kandidat yang saling dukung, bahkan saling mendampingi dalam prosesi pendaftaran. Keduanya bukan orang sembarangan, melainkan pimpinan lingkup Rektorat Unhas.

Dua pendaftar itu yakni Wakil Rektor Bidang Akademik Prof Restu dan Wakil Rektor Bidang Keuangan Perencanaan dan Infrastruktur Prof Sumbangan Baja. Mereka tampak kompak saling memberikan dukungan saat masing-masing melakukan pendaftaran.

Prof SB mengaku telah bersahabat dengan Prof Restu sejak lama. Olehnya itu, mereka saling dukung meski sama-sama mesti bersaing dalam Pemilihan Rektor Unhas. Lagi pula, tidak menjadi masalah antara dirinya dan Prof Restu Terkait siapa yang kelak terpilih. Toh, keduanya ibarat dwitunggal, di mana mereka saling dukung dan melengkapi.

“Kami berdua itu bersahabat sudah lama. Dalam tataran kepemimpinan di Unhas, kami sama-sama pernah menjadi ketua jurusan dan pernah menjadi Dekan pada periode yang hampir sama. Bersamaan kami juga wakil rektor,” ungkap Prof SB.

Menurut dia, aksi saling dukung antara dirinya dengan Prof Restu juga dimaksudkan untuk menunjukkan semangat koopetisi. Artinya, meski pihaknya saling berkompetisi pada pemilihan rektor, tetapi pada akhirnya tujuannya untuk kepentingan bersama dalam rangka memperkuat dan mengakselerasi kemajuan Unhas.

“Dalam dunia bisnis, ada namanya koopetisi. Itu gabungan dua kata, ya terkait kebersamaan meski saling berkompetisi,” ujarnya.

Bersama Prof Restu, Prof SB membeberkan setiap harinya selalu membahas upaya memajukan Unhas. Toh, sebagai wakil rektor saat ini, keduanya mengklaim telah memiliki data kelebihan dan kekurangan kampus. Olehnya itu, upaya pembenahan dan peningkatan dari kemajuan yang telah dicapai saat ini akan lebih optimal.

“Kami mempunyai visi yang sama Terkait kontinuitas program yang harus dijaga dengan baik. (Soal siapa yang akan jadi rektor antara dirinya atau Prof Restu-red), itu biarkan takdir, ya di antara beliau atau saya sebenarnya sama sja,” tuturnya.

Lebih jauh, Prof SB menegaskan langkahnya maju pada pemilihan rektor semata untuk memastikan laju kemajuan Unhas terjaga dan bisa terus meningkat. Olehnya itu, sepenuhnya ia menyerahkan kepada pengambil keputusan di Unhas soal siapa pemimpin berikutnya. Toh, baginya persahabatan lebih penting dibandingkan jabatan.

News Feed