by

Dituding Melakukan Pencemaran Lingkungan, Begini Respons PT Vale Indonesia

KORANFAJAR.CO.ID, MALILI — PT Vale Indonesia Tbk telah melakukan mitigasi terkait dugaan pencemaran yang terjadi di Pulau Mori dengan melibatkan pihak terkait.

Jauh sebelumnya pada 2017, sebagai bentuk kepedulian dalam menjaga kelestarian lingkungan, PT Vale Indonesia bersama masyarakat, kontraktor terkait, dan aparat Desa Balantang telah melakukan pembersihan atas keberadaan sulfur di Pulau Mori. Hasilnya di daerah tersebut dinyatakan sudah bersih.

PT Vale Indonesia berkomitmen menjaga agar tidak terjadi lagi hal serupa di kemudian hari. Untuk memastikan dan menjaga kondisi lingkungan tetap terjaga dengan baik, PT Vale telah melakukan pengambilan sampel biota laut secara rutin di area muara sungai Malili termasuk Pulau Mori.

“Kami melibatkan pihak ketiga independen yang terakreditasi, yakni Sucofindo dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Luwu Timur,” ujar Senior Manager Communication PT Vale Indonesia Tbk, Bayu Aji, Kamis, 26 Agustus.

Lembaga independen tersebut telah mengambil sampling air dan tanah. Itu untuk memastikan kondisi lingkungan apakah ada dugaan pencemaran atau tidak. “Hasil sampling akan diumumkan 14 hari kemudian,” ujarnya.

Tak hanya itu, perseroan telah melakukan join colaboration bersama syahbandar dan kontraktor untuk meyakinkan bahwa segala aktivitas memenuhi standar lingkungan.

“Termasuk meminimalisir Spill Sulfur dengan meyakinkan kondisi peralatan handling material (Clamp Shell),” tambahnya.

Kepala DLH Luwu Timur, Andi Tabacina Akhmad, mengapresiasi respons cepat yang dilakukan PT Vale Indonesia Tbk terkait dugaan pencemaran yang terjadi di Pulau Mori. Sehingga bisa dipastikan semua prosesnya transparan. (shd)

News Feed