by

Lahirkan Talenta Digital, Ini Program yang Digagas Telkomsel

KORANFAJAR.CO.ID, MAKASSAR — IndonesiaNEXT Season 5 memasuki sesi terakhir, yaitu Crowning Session. Kegiatan ini merupakan salah satu program CSR unggulan Telkomsel

Kegiatan yang ditayangkan secara virtual ini sekaligus mengumumkan para pemenang dari program yang rutin digelar setahun sekali sejak 2016 silam. Program ini pertama kalinya mengikutsertakan perguruan tinggi dari Kawasan Timur Indonesia (KTI).

Kali ini pelaksanaannya dilakukan secara daring mengingat adanya pandemi Covid-19 yang masih berlangsung. Pada sesi kelima ini, IndonesiaNEXT menjaring lebih dari 19 ribu peserta dari 693 perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

Direktur Utama Telkomsel, Hendri Mulya Syam, mengatakan, program IndonesiaNEXT sebagai ajang membuka peluang lebih luas kepada para mahasiswa meningkatkan kapabilitas dan potensinya. Ini demi mewujudkan Indonesia Tangguh Indonesia Tumbuh.

“Kami berharap program ini dapat mendorong pertumbuhan Sumber Daya Manusia (SDM) berdaya saing tinggi dan komunitas digital talent masa depan Indonesia,” ujar Hendri, Kamis, 23 Agustus.

Proses seleksi berlangsung sembilan bulan. Mahasiswa dari Fakultas MIPA Universitas Cenderawasih, Moses Manuputty, berhasil menyabet juara pertama atau Best of The Best Talent menyisihkan belasan ribu peserta lainnya.

Moses yang lahir dan besar di Kota Jayapura berhasil membuat ide yang diberi nama Digischolar. Sebuah aplikasi yang nantinya dapat digunakan sebagai “one stop solution” untuk mendapatkan beasiswa.

“Awalnya saya tidak menyangka kalau dari Indonesia Timur bisa menjadi salah satu pemenang,” ungkap Moses.

Moses mengemukakan, ide Digischolar berawal dari keresahan yang dialaminya sendiri ketika mencoba mendaftar beasiswa. Moses merasa kebingungan seperti apa motivation letter, curriculum vitae (CV), dan berkas lainnya yang sesuai.

Berbagai fitur yang ditambahkan dalam idenya di antaranya berupa daftar informasi beasiswa, video dan tips untuk mendapatkan beasiswa, dan beragam fitur lainnya untuk mempermudah mendapatkan beasiswa.

Perjalanan Moses mendapatkan peringkat pertama tidak didapat dengan mudah begitu saja. Insiden putusnya Sulawesi, Maluku, Papua Cable System (SMPCS) yang menyebabkan penurunan layanan internet pada Mei lalu sempat membuat proses seleksi tertunda.

News Feed