by

Simulasi Bencana Gempa Bumi dan Kebakaran di Makoopsau III

-Event, Fin-75 views

FAJAR.KORAN.CO.ID, BIAK –-  Komando Operasi TNI Angkatan Udara (Koopsau) III melakukan simulasi bencana gempa bumi dan kebakaran, secara mendadak di saat para personel sedang sibuk bekerja di kantor masing-masing.

Kegiatan di bawah komando dan kendali Kepala Keselamatan Terbang dan Kerja (Kalambangja) Koopsau III Kolonel Pnb Muhram Jayahadi Kusuma, berlangsung di Markas Koopsau III Jalan Condronegoro Samofa Kabupaten Biak Numfor, Jumat (27/8).

Latihan dilaksanakan guna mengantisipasi terjadinya bencana gempa bumi, tsunami, dan kebakaran, serta melatih kesiapsiagaan personel dalam menghadapi bencana yang mungkin sewaktu-waktu dapat terjadi di wilayah Biak. 

Turut menyaksikan simulasi tersebut, Kepala Staf (Kas) Koopsau III Marsma TNI Ronald L. Siregar, S.T., M.M., M.Tr (Han), para pejabat Koopsau III, serta diikuti seluruh personel Makoopsau III.

Menurut Kalambangja Koopsau III Kolonel Pnb Muhram Jayahadi Kusuma, tujuan latihan kesiapsiagaan ini untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam melaksakan Standart Operational Procedure (SOP) yang telah dibuat.

Selain itu, mengkaji kemampuan peralatan penunjang komunikasi sistem peringatan dini, penunjang evakuasi, serta penunjang tanggap darurat, dan mengakaji kerja sama antarsatuan.

“Iya, betul sekali, kami melaksanakan kegiatan ini untuk melatih kesiapsiagaan personel, khususnya Makoopsau III jika sewaktu-waktu terjadi bencana gempa yang menimpa wilayah Biak,” tegas Kolonel Pnb Muhram Jayahadi Kusuma.

Dijelaskan Kalambangja Koopsau III ini, dalam latihan yang dilaksanakan secara mendadak tadi, ketika sirene dan alat komunikasi dinyalakan, semua personel harus peka dan waspada apa yang terjadi, lalu harus bisa mengambil tindakan atau langkah-langkah penyelamatan diri keluar ruangan melalui petunjuk/rambu-rambu jalur-jalur evakuasi menuju assembling area yang sudah ada.

Dijelaskan pula Kalambangja Koopsau III, para prajurit harus tahu bagaimana bertindak jika terjadi bahaya kebakaran dan bagaimana cara memadamkan api dengan menggunakan mobil pemadam kebakaran dan dengan alpeka yang tersedia di sekitar area perkantoran.

“Semua itu, kita latihkan dan praktikkan, agar setiap prajurit mengerti dan dapat mengaplikasikannya jika suatu-waktu berhadapan dengan bencana gempa dan kebakaran. Latihan dibuat sangat rapi, terjaga kerahasiaannya, sehingga anggota yang berdinas saat itu tidak ada yang mengetahui akan adanya latihan ini,” ungkap Kalambangja Koopsau III, Kolonel Pnb Muhram Jayahadi Kusuma.

News Feed