by

UMI Perkuat Program Kampus dari Akademik hingga Bisnis

FAJAR.KORAN.CO.ID, MAKASSAR –- Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, kini semakin melebarkan kerjasamanya di beberapa bidang atau cakupan.

Saat ini, tengah digencarkan melakukan proses Program Pertukaran Mahasiswa (PPM). Program ini  merupakan implementasi dari Kampus Merdeka-Merdeka Belajar.

UMI Resmi menerima mahasiswa sebanyak 68 orang dari berbagai kampus di Indonesia. Begitupun UMI, mengirim mahasiswanya dengan total tersebut ke berbagai perguruan tinggi di Indonesia, Kamis, 26 Agustus.

Wakil Rektor (WR) I UMI, Hanafi Ashad mengatakan program pertukaran mahasiswa ini salah satu program kebijakan yang mesti dilakukan perguruan tinggi dari Kemenristekdikti.

Tahun ini, kata Hanafi, mahasiswa dari luar UMI ini akan memulai proses perkuliahannya 6 September mendatang. Mereka akan melakukan pembelajaran terhitung satu semester.

“Jadi ada beberapa fakultas non kesehatan yang akan diisi oleh mahasiswa dari luar UMI ini. Untuk proses pembelajarannya sendiri, mengikuti kurikulum yang ditetapkan oleh UMI,” ungkap Hanafi.

Keuntungan yang paling diharapkan, lanjut Hanafi, minimal mahasiswa UMI sudah mampu berkolaborasi dan berinovasi. Ini  akan menjadi masukan bagi UMI jika hal-hal tersebut positif.

Selain program pertukaran mahasiswa khusus kampus Indonesia. Tahun ini UMI juga menerima empat orang mahasiswa dari negeri Sudan. Mereka akan ditempatkan di prodi Teknik Sipil, Komputer Informatika, Sastra, dan Pascasarjana.

Selain bidang akademik, UMI juga saat ini tengah mempersiapkan beberapa pengembangan dan strategi dalam pengembangan Udan Windung di Kecamatan Lanrisang Kabupaten Pinrang.

Setelah diberi kepercayaan Pemerintah Provinsi Sulsel. Kini UMI sementara membuat startegi untuk dijalankan bersama petani dan komunitas petambak udang.

Wakil Rektor IV Bidang Tata Kelola Kampus Islami & Pengembangan Pendidikan, Prof Hatta Fattah mengatakan, menggandeng para peternak udang dan komunitas tujuannya untuk bisa diajak kolaborasi.

“Ini bisa menghasilkan nilai tambah peningkatan pendapatan masyarakat. Kami targetkan bisa panen lima kali pertahun,” jelas Hatta.

Saat ini, kata Hatta, juga sudah disiapkan paten untuk jangka panjang. Didesain menjadi produk yang bisa di replikasi, sementara menyusun skenario-skenario cara menjalankannya seperti apa. (wis/mukhlis/fajar)

News Feed