by

Irak Gelar KTT Baghdad

-Fajar, Politik-206 views

FAJAR.KORAN.CO.ID, BAGHDAD  –- Irak menggelar Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) antarnegara-negara tetangga yang dipimpin Perdana Menteri Irak Mustafa Al-Kadhimi, dan dihadiri Sembilan negara tetangga, yaitu Turki, Iran, Arab Saudi, Mesir, Kuwait, Yordania, Qatar, Uni Emirate Arab dan Mesir, serta dihadiri Perdana Menteri Perancis Emmanuel Macron, Sabtu (28/8).

Direktur Kajian Timur Tengah, Amirullah Kandu, dalam laporannya, Minggu (29/8) mengakui, KTT tersebut juga dihadiri Liga Arab, OKI, dan beberapa kepala perwakilan negara asing di Irak sebagai observer seperti Rusia, Inggris, Cina, Jepang, Korea, Australia, Canada, Afrika Selatan, Brazil, Jerman, India, dan Indonesia.

Ketua Komite Eksekutif KTT Baghdad Nazar Kherullah dalam keterangan persnya dua hari sebelumnya menyatakan, Perdana Menteri Irak Mustafa Al-Kadhimi ingin menegaskan kepada dunia internasional melalui KTT tersebut bahwa Irak menolak menjadi arena konflik antara negara-negara tetangga.

KTT Baghdad, lanjut Nazar Kherullah, bukan untuk membahas masalah regional Irak, akan tetapi merupakan pembuktian kerja sama dan integrasi antara Irak dan negara-negara lain dalam berbagai bidang. Irak ingin memainkan peran kosntruktif dan inklusif dalam mengatai krisis yang menimpa kawasan Timur Tengah.

Dalam sambutannya, Mustafa Al-Kadhimi mengemukakan beberapa poin penting di antaranya: upaya pemerintahannya mengembalikan kehidupan normal bagi warga negara Irak, meminta bantuan internasional untuk ikut memantau pemilu Irak di bulan Oktober mendatang, membangun persatuan dan kesatuan antarnegara-negara tetangga, serta menghilangkan egosenstrisme yang dapat menimbulkan konflik di kawasan.

Secara umum, kepala negara dan menteri luar negeri peserta KTT menyatakan dukungannya terhadap inisiatif Perdana Menteri Irak Mustafa Al-Kadhimi baik di dalam upayanya menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah Irak, maupun di dalam membentuk kerjasama bagi pembangunan dan perdamaian di kawasan, serta upayanya di dalam memberantas terorisme dan rekonstruksi Irak.

Beberapa sambutan khusus datang dari Menteri Luar Negeri Turki Mevlüt Çavuşoğlu yang menyatakan dukungannya terhadap Irak di dalam melawan kelompok terorisme Partai Pekerja Kurdistan (PKK), Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian yang mengemukakan bahwa sumber masalah di kawasan adalah teroris ISIS, dan Perdana Menteri Kuwait Sheikh Sabah Al-Khaled Al-Sabah yang meminta kerjasama Irak memulangkan warga negara Kuwait korban serangan ISIS baik yang masih hidup maupun yang telah ditemukan jenazahnya, dan melakukan pencarian terhadap mereka yang masih dinyatakan hilang.

News Feed