by

Polisi Kembangkan Temuan Pungli di Disdukcapil Makassar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR–Polisi Sektor (Polsek) Rapocini mengembangkan temuan pungutan liar (pungli) di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Makassar.

Pengembangan temuan tersebut disinyalir adanya oknum aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Disdukcapil Makassar yang bermain atau bekerja sama dengan calo yang ditemukan pada Selasa, 24 Agustus.

Kanit Reskrim Polsek Rappocini Iptu Akhmad Risal mengatakan telah melakukan koordinasi dengan Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Polrestabes Makassar mengenai temuan tersebut.

“Kita sudah berkoordinasi dengan tipidkor kemarin. Sementara kita masih mendalami dugaan ini. Mulai dari rekaman, serta pengakuan pelaku kepada disdukcapil sudah kita pelajari,” urainya, Minggu, 29 Agustus 2021.

“Tinggal dilihat celah hukumnya apakah ada indikasi penyalahgunaan wewenang atau perbuatan korupsi dari internal Disdukcapil. Besok (Senin, 30 Agustus) kita akan ketemu dengan Bu Kadis,” sambung Akhmad.

Pengembangan ini dilakukan oleh kepolisian dikarenakan ada beberapa hal yang diduga adanya indikasi perbuatan korupsi. Apalagi Disdukcapil Makassar tidak melakukan pelaporan kepada polisi untuk menahan oknum calo pungli yang ditemukan berkeliaran pada saat itu.

Sebelumnya diberitakan Sekretaris Disdukcapil Makassar Chaidir Syam mengatakan sembari menunggu pengembangan kasus dari kepolisian, pihaknya masih fokus memberikan pelayanan kepada publik.

Sanksi tegas akan diberikan kepada oknum staf Disdukcapil Makassar apabila terbukti ada yang bermain dan menerima uang dari oknum calo yang diamankan sebelumnya.

Dosen Hukum Pidana Universitas Negeri Makassar (UNM) Andika Wahyudi Gani mengutarakan agar temuan pungli oleh oknum calo harus segera diproses. Khawatirnya ada permainan oleh oknum Disdukcapil Makassar.

“Ini, kan, temuan. Tentu banyak spekulasi di publik yang menjurus ke arah tindak pidana korupsi. Untuk membuktikan spekulasi itu, ya, polisi harus melakukan penyelidikan secara intens. Karena korupsi itu berawal dari tindakan pungli-punglian seperti ini,” tegasnya.

Menurutnya, apabila ada oknum calo yang ketahuan melakukan pungli, maka patut diduga ada oknum di internal disdukcapil yang memberikan akses tersebut.

“Tentu itu adalah salah satu spekulasinya. Makanya harus segera dikembangkan. Jika belum ada delik aduan dari disdukcapil atau korban yang bersangkutan, polisi bisa mengembangkan kasus ini berdasarkan delik temuan. Apalagi, temuan ini sudah beredar di masyarakat,” pungkasnya. (dwi)

News Feed