by

Ada Kader Kolonial di PPP Bone

BONE, KORAN.FAJAR.CO.ID — Musyawarah Cabang (Muscab) PPP di 24 kabupaten dan kota dimulai pertengahan September hingga Oktober. Selain DPC Kota Makassar, salah satu daerah yang mulai memanas adalah DPC PPP Bone.

Salah satu figur yang mengaku mendapat restu DPW bertarung di Muscab PPP Bone adalah Khairul Amran. Ia berprofesi sebagai pengusaha konstruksi yang kini menjabat Ketua Hipmi Perguruan Tinggi (PT) Sulsel.

Akan tetapi, kemunculannya di publik mulai mendapat penolakan dari kader partai berlambang kakbah di Kabupaten Bone itu. Ia dinilai belum matang di dunia politik apalagi bukan kader tulen.

Bahkan, sebuah spanduk berukuran besar dibentangkan di pagar kantor DPC PPP Bone pekan lalu. Spanduk itu bertuliskan “Partai PPP Dimasuki Kolonial”.

Isi spanduk itu menyindir masuknya Khairul Amran dalam bursa. Kendati mendapat penolakan, Khairul tak bergeming. Ia optimistis bisa merangkul kader senior PPP di Bone.

Menurutnya, siapapun yang memenuhi syarat tetap berhak bertarung. “Soal isu saya bukan kader PPP, itu hal yang wajar dalam dinamika memainkan strategi saat pemilihan ketua. Isu itu tidak menyurutkan semangat saya untuk tetap maju menjadi ketua DPC PPP Bone,” tegasnya.

Ia menegaskan, dirinya saat ini merupakan wakil ketua di DPW PPP Sulsel di periode kepemimpunan Imam Fauzan. “Jadi saya pikir isu yang menyatakan bahwa saya bukan kader itu merupakan hal yang perlu dihargai dalam dinamika politik,” katanya.

Khairul mengaku siap meyakinkan kader senior di Bone siap mengakomodasi terutama yang masih ingin maju pada pemilihan legislatif 2024. “Saya siap meyakinkan kader senior,” tegasnya. (rul-gun)

News Feed