by

Dua Perkara Korupsi Besar di Sulsel Segera Sidang

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR—Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel telah melimpahkan dua perkara Tindak Pinada Korupsi (Tipikor) ke Pengadilan negeri (PN) Makassar. Kasus besar.

Kedua kasus tersebut dirediksi segera masuk ruang sidang dalam waktu dekat. Dua perkara dimaksud adalah dugaan penyalahgunaan kewenangan dalam penertiban sertifikat hutan produksi terbatas Mapongka dengan tersangka Mendo Allo Rante (MAR) dan Allo (AL).

Juga kredit fiktif dan Tindak Pidana Pencucian Uang di Bank Sulselbar Cabang Bulukumba dengan tersangka Muhammad Ikbal Reza Ramadhan.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Sulsel Idil mengatakan pelimpahan perkara ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Makassar sudah dilimpahkan pekan lalu. Sidang pertama akan digelar pada Rabu, 8 September.

Kedua tersangka dijerat pasal berlapis, yakni pasal 2 ayat (1) UU nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas UU nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor junkto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP junkto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Juga pasal 3 UU nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas UU nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor junkto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP junkto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

“Untuk JPU akan kolaborasi antara Kejati Sulsel dan Kejari Toraja. Namun, yang mengajukan pelimpahan adalah Kasipidsus Kejari Toraja,” kata Idil saat ditemui di ruang kerjanya, Senin, 30 Agustus 2021.

Mantan Kasipudum Kejari Parepare ini menuturkan, untuk perkara kredit fiktif dan TPPU sebesar Rp25 miliar di Kantor Bank Sulselbar Cabang Utama Bulukumba sudah dilimpahkan hari ini.

Dalam perkara ini tersangka Muhammad Ikbal Reza Ramadhan selaku mantan Account Officer Bank Sulselbar Cabang Utama Bulukumba, diduga kuat telah memanipulasi data pinjaman untuk nasabah fiktif.

Dalam pinjaman Kredit Usaha Mandiri (KUM) dan Kredit Usaha Lainnya (KUL), di Bank Sulselbar cabang utama Bulukumba sejak tahun 2016 hingga 2021 lalu.

News Feed