oleh

Kepemimpinan Transformasional

Semangat untuk bisa keluar dari masalah yang yang pelik ini terutama yang berkaitan dengan penanganan pandemi di Indonesia setidaknya bisa menjadi arah dan jalan menuju kemerdekaan yan dicita-citakan founding father bangsa kita, setidaknya bisa menjadi pelecut bagi setiap insan untuk terus berjuang dan berkontribusi dalam mengisi kemerdekaan contohnya dalam hal olahraga dan berbagai bidang kehidupan lainya. Merdeka secara terminologi bukan lagi bagaimana bebas dari jajahan penjajah, tetapi untuk situasi dan kondisi saat ini lebih konkrit dan problematik karena akan berhadapan pada bangsa sendiri entah itu penuntasan isu sosial, politik, ekonomi dst.

Krisis kepemimpinan

Saat ini kepemimpinan nasional sangat dibutuhkan dalam penyelesaian masalah bangsa terutama penanganan covid-19, pemimpin harus menjadi teladan dalam artian satu kata satu perbuatan, penggerak dan menawarkan berbagai solusi yang konkrit dari dampak yang ditimbulkan dari dari covid-19, walaupun tidak populer dimata masyarakat. Pembuatan policy atau kebijakan terutama dalam hal penanganan covid-19.

Pemimpin selain bertugas sebagai policy maker yang baik tentunya dengan harus mendengar berbagai aspirasi terutama masyarakat bukan pada kepentingan elite saja, pemimpin seyogyanya juga harus menjadi role model dalam hal penanganan covid-19 baik dari sisi integritas, maupun kemampuan dalam hal komunikasi dan menjawab setiap problem yang menjadi masalah masyarakat tentang penanganan covid-19.

Kepemimpinan transaksional menurut Bass (dalam Howell dan Avolio, 1993) mengemukakan bahwa karakteristik kepemimpinan transaksional terdiri atas dua aspek, yaitu imbalan kontingen, dan manajemen eksepsi. Kepemimpinan transaksional masih  menjadi hambatan dalam proses penanganan covid-19, elite politik berlomba-lomba mencari dukungan untuk 2024 daripada mencari solusi penanganan covid-19.

Menurut Bass (1985) mengusulkan bahwa “untuk mencapai kinerja pengikut melebihi dari batas biasa, kepemimpinan harus transformasional“. Kinerja kepemimpinan superior adalah kepemimpinan transformasional (Bass, 1990). Hal ini terjadi ketika “pemimpin memperluas dan meningkatkan minat dari para bawahannya, ketika mereka membangkitkan kesadaran dan penerimaan terhadap tujuan dan misi kelompok, dan ketika mereka mengarahkan para bawahan untuk melihat melebihi dari kepentingan pribadi mereka demi kebaikan kelompok” (Bass, 1990).

News Feed