by

Mewaspadai Mutasi “Sinte”

OLEH: Muhammad Hatta/ Dokter pada Badan Narkotika Nasional

Akhir Mei lalu, 10 orang diamankan dan sekitar 2 kilogram narkotika jenis Cannabinoid sintetik (Sinte) disita oleh Badan Narkotika Nasional(BNN) Propinsi Sulawesi Selatan.  Barang haram tersebut diracik di  sebuah rumah di kawasan elite Tanjung Bunga Makassar yang lalu diperdagangkan ke wilayah timur Indonesia (Fajar, 29/5/21).

Kandungan MDMB-4-EN-PINACA  dalam Sinte yang disita tersebut dikategorikan sebagai Narkotika/Psikotropika Golongan I oleh Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor  4 Tahun 2021. Catatan BNN mengungkap 808,67 kg narkotika sabu yang berhasil disita pada periode Januari-Maret 2021, hanya naik 70,19 persen ketimbang periode yang sama pada 2020 lalu. Sementara jumlah ganja meningkat fantastis 143,64 persen dibandingkan periode tahun lalu(Data BNN, 2021). Fenomena jomplang tersebut merupakan efek social ekonomi pandemic, yaitu isolasi mandiri yang mengakibatkan penyalahguna tak dapat berkumpul bersama.   

Efek Kecoa

Gencarnya kampanye perang terhadap narkoba (War on Drugs) yang dimotori Amerika Serikat sejak 2010 hingga kini, mengakibatkan banyak ladang ganja dan  laboratorium sintesa methamphetamine yang ditutup. Terjadilah fenomena yang disebut “Cocroach Effect”: jika Anda menyemprotkan insektisida pada satu dinding rumah, kecoa-kecoa di tempat tersebut mayoritas akan mati namun  akan muncul kemudian pada dinding lainnya (Mora, 1996).

“Efek Kecoa” dapat berbentuk struktural, yaitu pemindahan organisasi serta laboratorium-laboratorium pemproduksi narkotika ke tempat yang aman. Contohnya pemindahan proses produksi marijuana (ganja) ke Kolumbia akibat pemusnahan besar-besaran oleh AS terhadap ladang di Peru dan Bolivia (The Economist, 2001). Hal  yang lebih berbahaya adalah efek kedua yang bersifat fungsional, yaitu perubahan kandungan narkotika serta metode distribusinya.

Laiknnya varian delta Covid 19, kandungan Sinte pun telah bermutasi. Di awal kemunculannya pada era 2010-an, Sinte hanya dapat dibuat di laboratorium modern sebab proses pembuatannya masih mengandung turunan  THC (delta-9-tetrahydrocannabinol), kandungan utama tanaman ganja. Sebab bertujuan untuk riset  guna menemukan kegunaannya dalam bidang kedokteran/kesehatan, Sinte di masa tersebut masih membawa “kode-kode” tertentu yang merujuk pada pusat riset/universitas yang memproduksinya. Seperti tulisan “CP” berarti dibuat oleh Charles Pfizer dan kode “HU” merupakan luaran Hebrew University (EMDCCA, 2020). Zat seperti  Marinol dan Dronabinol misalnya, digunakan sebagai  obat anti muntah di AS sejak awal tahun 2000.

News Feed