by

GUMSB Perdana Unhas Semester Ganjil Bahas Perkembangan Ipteks dan Peradaban

FAJAR.KORAN.CO.ID, MAKASSAR –- Gerakan Unhas Mengaji dan Sholat Berjamaah (GUMSB) kembali dihadirkan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Hasanuddin untuk Semester Ganjil Tahun Ajaran 2021/2022.

Pembukaan berlangsung mulai pukul 16.00 Wita secara virtual melalui aplikasi zoom meeting dan terhubung pada kanal youtobe Kemahasiswaan Unhas, Selasa (31/8).

Mengawali kegiatan, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unhas Prof. Dr. drg. A. Arsunan Arsin, M.Kes., menjelaskan bahwa GUMSB merupakan agenda rutin tiap semester dalam rangka mengembangkan pengetahuan spiritual para sivitas akademika Unhas.

Lebih lanjut, Prof. Arsunan juga memberikan apresiasi untuk narasumber yang akan menyampaikan tausiahnya terkait perkembangan peradaban. Menurut beliau, materi tausiah sangat relevan dengan kondisi saat ini.

“Saat ini terjadi perubahan besar dalam aspek kehidupan manusia, sehingga perkembangan teknologi seharusnya dapat dimanfaatkan secara bijak oleh masyarakat utamanya mahasiswa Unhas,” kata Prof. Arsunan.

Kegiatan resmi dibuka Rektor Unhas, Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA. Dia mengatakan, Unhas memiliki tanggungjawab dan kesadaran untuk melahirkan luaran yang amanah.

Menurutnya, Unhas memiliki kurikulum yang mumpuni. Sehingga, dari aspek lainnya perlu dikembangkan yakni lulusan sebagai calon pemimpin yang memiliki nilai-nilai spiritual.

“Kita mengharapkan kegiatan ini bisa efektif dan melahirkan insan-insan cendekia yang spiritualnya juga bagus, amanah dan paling penting memiliki keimanan. Selain itu, GUMSB juga bisa menjadi media silaturahmi yang tidak bersekat-sekat. Semua satu dan merupakan sivitas akademika Unhas,” jelas Prof. Dwia.

Pada kesempatan tersebut, hadir sebagai narasumber untuk mengisi sesi ceramah Islamiah adalah Prof. Ir. H. Hermawan Kresno Dipojono, S.T., M.Sc.E.E., Ph.D., IPU. Guru besar Teknologi Industri dari Institut Teknologi Bandung ini menyampaikan tentang “Iptek dan Peradaban Islam”.

Dalam ceramahnya, dia menyampaikan peradaban berkembang sebagai akibat multilektika antara teknologi, manusia dan lingkungan. Multilektika tersebut kemudian menghadirkan koevolusi ataupun evolusi yang membangun peradaban dunia yang bersifat jejaring, global, dominan hingga trend setter dan tentunya memiliki dampak terhadap perubahan masyarakat.

News Feed