by

IKA Mahasiswa Papua-Makassar  Mengajak Sukseskan PON XX

FAJAR.KORAN.CO.ID, MAKASSAR –- Ikatan mahasiswa Papua yang berkuliah di beberapa kampus yang ada di Makassar, menggelar diskusi kebangsaan.

Bertema “Papua adalah Indonesia, Indonesia adalah Papua”. Menghadirkan narasumber dari pakar Hukum dan akademisi. Dilaksanakan daring terbatas di Upnormal Cafe,Jl Urip Somoharjo, Minggu, 29 Agustus.

Salah satu yang dibahas terkait cara mengedukasi masyarakat lokal Papua, agar bisa menjaga kekayaan alam dari orang luar dan mendukung terselenggarannya Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua, September mendatang.

Mahasiswa Unhas Fakultas Keperawatan dan Anggota IKA Mahasiswa Papua, Israel mengatakan sebagai orang yang lahir di Papua dan menuntut ilmu di Makassar, tujuan mahasiswa Papua memang supaya setelah tamat bisa menjadi bagian orang yang bisa  mencerdaskan.

Utamanya, kata dia, mencerdaskan warga di kampung halaman. Apalagi yang ada di daerah pelosok. Membuka wawasan dan memberi pemahaman.

“Kan akan ada PON XX di Papua. Jadi, kami akan jelaskan kalau mereka ini disayang makanya kalau ada kegiatan yang dibuat di Papua artinya ini membuktikan daerah kita dianggap bagus,” ungkapnya.

Kendati demikian, sebelum kembali ke kampung halaman makanya butuh banyak ilmu dan masukan. Sehingga membuat diskusi dan menghadirkan IKA mahasiswa Papua dianggap cocok.

Akademisi Sulsel sekaligus Guru Besar Fakultas Hukum UMI, Prof Laode Rusli mengatakan, banyak yang mengatakan Papua merupakan satu provinsi di Indonesia yang memiliki banyak kekayaan alam. Namun masih banyak orang luar yang masuk kesana untuk memanfaatkan ini.

Di sinilah kata Prof Laode, dibutuhkan  kekuatan warga lokal dan orang terpelajar yang ada di Papua. Utamanya mahasiswanya, harus bisa menjadi garda terdepan. Juga bisa menjaga kekayaan tersebut di daerah sendiri.

“Namun, mahasiswa ini punya tantangan mencerdaskan masyarakat di sana yang tertinggal pendidikan. Kalau ada mahasiswa yang begini, bisa mengedukasi masyarakat dan berhasil, wajib diberi beasiswa pendidikan,” imbuh Prof. Laode.

Menurutnya, orang Papua itu cerdas-cerdas. Apalagi kalau sudah punya pendidikan, namun mereka juga butuh support dari pemerintah.

News Feed