by

Dukung Pengembangan Industri Halal, Kemenperin Luncurkan Serambi Halal BBIHP

-Bisnis, Fajar-249 views

KORAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR –-  Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berupaya mendorong berkembangnya ekosistem halal dan memperkuat daya saing produk nasional dengan meluncurkan Program Fasilitasi Halal beberapa waktu lalu.

Kebijakan ini bertujuan memberikan fasilitasi kepada para pelaku industri, di antaranya sertifikasi produk halal bagi pelaku usaha di kawasan industri halal, serta memperkuat peran UPT di lingkungan Kementerian Perindustrian sebagai lembaga pemeriksa halal serta lembaga penyelenggara.

“Kebijakan ini sejalan dengan pembentukan Pusat Permberdayaan Industri Halal (PPIH). Seperti yang disampaikan Menteri Perindustrian, pembentukan PPIH bertujuan mewujudkan amanah perundang-undangan dalam memperkuat ekonomi nasional melalui pemberdayaan industri halal yang berfokus pada pengaturan, fasilitasi, pembinaan, serta pengawasan industri halal,” ujar Kepala Pusat Pemberdayaan Industri Halal Kementerian Perindustrian, Junadi Marki, Rabu (1/9).

Untuk menyambut peluang berkembangnya bisnis industri halal yang telah menjadi tren global, PPIH memiliki beberapa program strategis, antara lain mengembangkan Kawasan Industri Halal yang menerapkan sistem jaminan produk halal.

“PPIH berperan aktif dalam penyelenggaraan program fasilitasi halal berupa perancangan regulasi teknis terkait sektor industri, pemberian fasilitas sertifikasi produk halal bagi pelaku usaha di kawasan industri halal, serta memperkuat peran UPT di lingkungan Kementerian Perindustrian sebagai lembaga pemeriksa halal serta lembaga penyelenggara,” tutur Kepala PPIH, Junadi Marki.

Selain itu, Kemenperin juga terus memberikan dukungan terhadap pengembangan industri halal melalui standardisasi dan sertifikasi, termasuk SNI bidang industri, Jaminan Produk Halal bidang industri, Standar Industri Hijau, dan penerapan Industri 4.0.

Kepala Badan Standardisasi Kebijakan dan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin, Doddy Rahadi menyampaikan, Kemenperin terus berupaya mendorong pengembangan industri halal dan memandang perlu penguatan seluruh rantai nilai industri halal (halal value chain), dari sektor hulu sampai hilir.

Tantangan yang dihadapi dalam program Jaminan Produk Halal antara lain masih banyaknya industri yang belum menerapkan sistem jaminan halal.

Di tahun 2019, baru 35,6% unit usaha industri besar-sedang atau sekitar 11.182 industri yang tersertifikasi halal dari total industri besar-sedang, dengan proporsi terbanyak berada pada industri makanan dan minuman yaitu sebanyak 7.712 unit usaha industri besar sedang (24,6% terhadap total IBS).

News Feed