by

Parah, Dokter Ini Mengaku Tak Percaya Adanya Covid-19

FAJAR.CO.ID, ENREKANG — Masyarakat Kabupaten Enrekang dihebohkan dengan pernyataan kontroversial dari dr Adiany Adil.

Dokter yang bertugas sebagai dokter umum di Rumah Sakit (RS) Massenrempulu (Maspul) Enrekang itu memposting surat pernyataan mengenai ketidakpercayaan dengan Covid-19 di akun media sosial facebooknya.

Adiany menjelaskan, surat pernyataan itu sebenarnya untuk sekolah sang anak. Pasalnya, setelah proses aktivitas sekolah selama tiga hari, Tim Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Enrekang langsung menghentikan aktivitas tersebut.

“Pihak sekolah meminta bantuan karena aktivitas tiba-tiba dihentikan. Jadi saya buatlah surat pernyataan perihal Covid, yang saya ketahui selama ini,” katanya saat dihubungi FAJAR, Kamis, 2 September.

Adiany juga mengungkapkan, selama dirinya menjadi dokter di RS Maspul Enrekang, dokter tak pernah mendiagnosa adanya Covid-19 di tubuh pasien. Rata-rata kata dia, pasien didiagnosa Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) dan SARS.

“Makanya saya bilang di mana ini buku teori bagian mana Covid beredar. Jadi itu yang sebarkan itu adalah ilmu kedokteran ilmu pengetahuan,” ungkapnya.

Akibat postingan tersebut, dr Adiany sudah dimintai pertanggungjawaban oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Enrekang dan Polres Enrekang. Namun, dr Adiany tetap teguh pada pendirian. Dirinya mengutarakan, seharusnya ada bantahan dari dokter seprofesinya secara ilmu kedokteran mengenai surat pernyataan tersebut.

“Saya sudah dipanggil IDI Enrekang, saya bilang kepada mereka seharusnya kalian berterimakasih kepada Tuhan, karena ada saya yang sempat menyebarkan ini. Jangan saya dibentak bentak, kemudian disuruh diam,” ujarnya.

Mengomentari pernyataan kontroversial tersebut, anggota Komisi III DPRD Enrekang, Ismail Jafar menyarankan agar pihak terkait memeriksakan diri sebelum mengeluarkan statementnya tak percaya Covid.

“Perlu ditelusuri jejak rekam ini orang, dari segi mental. Ini masyarakat di tengah situasi genting, jangan tambah membebani masyarakat dengan pernyataan yang seperti ini,” ucapnya.

Ismail juga mendukung aparat hukum mendalami kasus tersebut. Jangan sampai kata dia, dengan adanya statement itu masyarakat menjadi resah.

“Polisi harus dalami ini. Jangan sampai pernyataannya meresahkan masyarakat di tengah Pandemi ini,” tegasnya.

News Feed