oleh

Ini Ancaman Hukuman Pengantar Jenazah Anarkis

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR–Pengantar jenazah anarkis terancam pidana. Aksi mereka terjadi di Jl Perintis Kemerdekaan, Makassar, Rabu, 1 September 2021.

Mobil salah seorang pengguna jalan menjadi korban aksi brutal iring-iringan pengantar jenazah. Kejadian ini baru terungkap setelah korban bernama Arnis Taufiq melaporkannya ke Polsek Tamalanrea.

Kanit Reskrim Polsek Tamalanrea Iptu Nurtjahyana menjelaskan kronologi kejadian itu bermula saat rombongan dari arah timur Makassar menuju arah barat Maros lewat Jl Perintis Kemerdekaan.

“Tempat kejadian perkaranya itu di depan Hotel Grand Puri. Berdasarkan informasi yang dihimpun rombongan pengantar jenazah ini menuju ke arah pemakaman Sudiang. Sejumlah iringan motor merusak kendaraan pengguna jalan yang bernama Arnis Taufiq itu,” urainya kepada FAJAR, Jumat, 3 September 2021.

Saat itu, kata Nurtjahyana, mobil korban berhenti di perempatan Jalan Perintis Kemerdekaan-Jalan Bumi Tamalanrea Permai (BTP) karena dalam keadaan lampu merah. Kemudian dari arah belakangnya melaju rombongan pengantar jenazah dengan kecepatan tinggi.

Sehingga semua orang disuruh meminggirkan kendaraannya ke samping.

“Saat itu korban sudah ingin meminggirkan kendaraannya. Namun, karena macet, mobilnya tidak bisa bergerak leluasa. Akibatnya, sekitar lebih dari tiga pengendara motor dari rombongan tersebut mulai menghancurkan kendaraan korban,” tuturnya.

Berdasarkan pengamatan FAJAR pada Jumat, 3 September, mobil korban terlihat rusak parah. Beberapa bagian kaca mobilnya pecah. Khususnya di bagian kaca depan dan kaca spion mobilnya.

Dua hari pascaperistiwa itu, Polsek Tamalanrea masih menyelidiki siapa saja yang terlibat dalam perusakan kendaraan pengguna jalan lainnya.

“Sementara kita masih melakukan penyelidikan. Masih berkoordinasi dengan Dishub Makassar dan Satlantas Polrestabes Makassar guna mengecek rekaman CCTV di jalan tersebut. Mengingat ada CCTV yang terpasang di lampu merah tersebut,” bebernya.

Tegakkan Hukum

Pengamat Hukum Pidana UIN Alauddin Makassar Rahman Syamsuddin mengingatkan kepada rombongan pengantar jenazah agar senantiasa menghormati pengguna jalan yang lainnya.

Jika tidak, maka akan diancam hukuman pidana lima tahun penjara. Pasalnya berupa mengganggu pengguna jalan yang lainnya.

News Feed