oleh

Hilangnya Para Penenun Perempuan

-Fajar-1.927 views

Menurut Haji Ida ini terjadi karena ia sudah punya beberapa pesaing, termasuk mantan penenun kontrak yang sudah bekerja secara mandiri. Haji Ida kini hanya punya 20 penenun kontrak. Pukulan terakhir datang ketika pandemi COVID-19 memaksa pembatasan kontak sosial selama berbulan-bulan.

Haji Ida belum akan bangkrut sebagaimana dialami pengusaha tenun skala kecil. Haji Ida masih punya cukup modal untuk memesan kain sendiri lalu menjualnya kepada langganan lamanya yang masih datang membeli, meskipun jumlahnya sudah jauh lebih kecil. Dua puluh ATBM miliknya masih beroperasi.

Bila pengusaha seperti Haji Ida mampu bertahan dari guncangan, analisis terhadap pendapatan pengusaha tenun skala besar seperti Haji Ida bisa menjelaskannya.

Untuk setiap sarung yang dibuat dengan ATBM, mereka mengantongi laba 470 ribu rupiah. Sedangkan keuntungan dari penjualan sarung sutra dari penenun mandiri berbasis walida mencapai 300 ribu rupiah per lembar. Pengusaha tenun skala besar seperti Haji Ida yang memiliki 20 ATBM aktif, bisa menjual satu unit sarung per hari. Mereka pun mengantongi pendapatan paling besar dalam rantai nilai sutra di Sulawesi Selatan.

Haji Ida pun masih memiliki cukup modal untuk beralih usaha. Di ujung ruang tamunya tampak tumpukan pernak-pernik resepsi pernikahan seperti baju bodo dan kain-kain hiasan lamming (pelaminan).

Ancaman Serius Industri Tenun Sulawesi Selatan

Sebuah Tim Pelaksana Kajian (TPK) dibentuk pada Juli 2020 untuk meneliti rantai nilai sutra di Sulawesi Selatan. Sebagai uji coba pelaksanaan kajian secara kolaboratif, tim ini beranggotakan akademisi, pegiat organisasi non-pemerintah (ornop), dan staf Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Provinsi Sulawesi Selatan. Mereka menjalankan satu bagian dari program Knowledge to Policy (K2P), program kerja sama antara Bappelitbangda Provinsi Sulawesi Selatan, Knowledge SectorInitiative (KSI), serta Yayasan BaKTI dan SRP Payo-Payo. Program ini secara umum hendak membangun proses penyusunan kebijakan berdasarkan pengetahuan, dengan rangkaian produksi komoditas sutra Sulawesi Selatan sebagai sasaran penelitian dan memberikan rekomendasi kebijakan kepada pemerintah provinsi sebagai solusi bagi masalah pengembangan sutra.

News Feed