oleh

Hilangnya Para Penenun Perempuan

-Fajar-1.921 views

OLEH: Nurhady Sirimorok

Anggota Tim Pelaksana Kajian Rantai Nilai Sutra Sulawesi Selatan

Industri tenun sutra Sulawesi Selatan terkonsentrasi di Kabupaten Wajo. Ibukotanya, Sengkang, dijuluki kota Sutera. Sebelum dasawarsa 2000-an pelaku industri tenun sutra di kabupaten ini mencapai ribuan dan hampir semuanya adalah perempuan. Namun dalam 20 tahun terakhir jumlah penenun telah menurun drastis. Data statistik resmi menunjukkan jumlah mereka tersisa 151 saja. Apa yang terjadi, mengapa para perempuan itu meninggalkan kerja menenun?

Nilai Sang Maestro

Hadra adalah seorang penenun paling tersohor di Wajo.Ia menenun di sela waktu mengurus rumah dan mengajar mengaji anak-anak di kampungnya. Usia Hadra empat puluh lima tahun dan ia sudah mulai menenun sejak belum menikah.

Hadra tinggal di Tosora, sebuah desa yang dari waktu ke waktu ramai oleh para peziarah yang hendak mengunjungi makam dan masjid tua Kerajaan Wajo. Rumahnya cuma selemparan batu di belakang kompleks situs sejarah itu.

Di pekarangan samping rumah panggungnya yang sederhana, Hadra mengurai benang yang telah diwarnai. Gulungan benang itu bergantung di dua palang kayu yang terpaku ke dua tiang yang terpaut sekitar empat meter. Setelah kering ia gulung benang ke tabung silinder berbahan kayu untuk dipakai sebagai benang pakan. Helai benang yang ia sisipkan dari sisi kanan melewati barisan rapat ratusan helai benang lusi yang membentang tegang secara vertikal, berselang-seling, helai demi helai, sampai membentuk tenunan sarung.

Sesekali Hadra melakukan kesalahan. Ia bisa keliru menyisipkan benang pakan pada helai benang lusi di titik yang seharusnya, membuat motif tampak sungsang. Kesalahan semacam itu biasanya baru ia sadari setelah puluhan helai benang pakan ia sisipkan ke benang lusi, dan itu akan memaksanya mengurai kembali hasil tenunannya yang sudah terpasang rapat, lalu memulai lagi.

“Kalau ada yang salah begitu, saya langsung bikin teh, istirahat dulu,” kata Hadra. Begitulah cara Hadra menenangkan diri setelah tahu telah membuang banyak waktu dan tenaga.

News Feed