by

LSKP Diskusi Akses dan Peran Perempuan dalam Kebijakan Pembangunan Daerah

-Event, Fajar-222 views

KORAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR –- Lembaga Studi Kebijakan Publik (LSKP)didukung oleh Women’s Democracy Network dan International Republican Institute dan kerjasama dengan Kaukus Perempuan Sulawesi Selatan serta Kaukus Perempuan Politik Sulawesi Selatan, kembali menggelar Ruang Publik secara virtual, Jumat (3/9).

Ruang Publik Edisi #8, tetap dipandu Luna Vidya sebagai host dan menghadirkan narasumber, Hj. Indah Putri Indriani, S.IP., M.Si.  (Bupati Luwu Utara), Dr. Ani W. Soetjipto, MA. (Dosen Senior Departemen Hubungan Internasional FISIP-UI/Pasca Kajian Gender SKSG UI), dan Lusia Palulungan (Pembina Dewi Keadilan Sulsel). Mengangkat tema “Akses dan Peran Perempuan dalam Kebijakan dan Pembangunan Daerah”.

Luna Vidya selaku host membuka bahasan dialog dengan perkenalan Ruang Publik, pemaparan profil narasumber dan dialog interaktif bersama narasumber.  

Pandangan awal mengenai analisis konsep mengenai akses dan peran perempuan dalam kebijakan dan pembangunan daerah dipaparkan Dr. Ani W. Soetjipto, MA. Selaku Dosen Senior Departemen Hubungan Internasional FISIP-UI/Pasca Kajian Gender SKSG UI.

“Kalau kita berbicara mengenai akses dan peran perempuan dalam kebijakan dan pembangunan daerah, itu dapat diketahui melalui konsep women and political leadership, bagaimana perempuan meraih jabatan politik di eksekutif, mengetahui gaya kepemimpinan perempuan, dampak kebijakan, serta bagaimana menilai kinerja pemimpin perempuan,” tutur Ani W. Soetjipto.

Tidak hanya itu, Ani juga menyampaikan terkait beberapa tantangan yang dihadapi perempuan saat ini dalam menjadi seorang pemimpin apalagi pada pemilihan legislative. Salah satunya, perempuan selalu dihadapkan dalam kondisi double bind dilema, di mana ketika perempuan menampilkan sosok feminim dan kelembutannya, hadir stereotip masyarakat yang masih menanggap perempuan tidak kompeten dan tidak layak menduduki posisi tersebut.

Namun, katanya lanjut, jika perempuan menampilkan sosok maskulinitasnya, mereka juga akan dikritik dengan tajam dan tidak disukai masyarakat. “Oleh karena itu, sangat penting perempuan keluar sebagai pemenang dan menemukan strategi untuk mengatasi tantangan tersebut,” ungkapnya. 

Sementara itu, Bupati Luwu Utara Hj. Indah Putri Indriani, S.IP, M.Si, dalam merespon situasi akses dan peran perempuan terhadap kebijakan dan pembangunan daerah serta tantangan-tantangan yang dihadapi, justru membagikan pengalamannya.

News Feed